Detik-detik Meninggalkan Jogja

Yogyakarta. Kota tempat aku menuntut ilmu sejak SMU dulu. Berjuta kenangan tak terlupakan tersimpan dalam memoriku. Tak terasa sebentar lagi aku harus mengangkat kakiku dari kota gudeg ini.
Masa yang lama berada di jogja membuat aku merasa betah didalamnya. Jogja bagai rumah kedua bagiku setelah Tanjungbatu (my lovely city :p). Masyarakatnya yang ramah membuat para pendatang mudah membaur didalamnya. Tak salah jika kata-kata Jogja Berhati Nyaman disematkan untuknya. Karena kenyamanan itu memang ada bagi siapa saja yang hidup didalamnya. Hal ini bukan hanya pengakuanku sendiri, tetapi beberapa orang temanku pun menyatakan hal yang sama.
Teringat saat-saat dahulu ketika aku mendaftarkan diri di salah satu SMU di Yogyakarta. Dengan ditemani Ibu dan kakakku, aku ikut antri diantara para calon siswa lainnya. Nomor pendaftar 427 diserahkan padaku. Semua proses pendaftaran aku lakukan hingga selesai. Beberapa hari kemudian pengumuman penerimaan calon siswa baru pun diumumkan. Nomor 427 tercantum pada papan pengumuman itu. Rasa syukur pun meluncur dari bibirku.

Selama tiga tahun aku menghabiskan masa-masa SMU di kota yang memiliki banyak nama itu (Yogyakarta, Jogjakarta, Djogjakarta, Ngayokyakarto, dll banyak banget ya). Berjuta nostalgia menjadi diari bersejarah. Hingga akhirnya aku mengakhiri statusku sebagai pelajar putih abu-abu tepat pada tahun 2003.

Setelah lulus dari SMU aku tetap meneruskan studi di Yogyakarta. Sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta menjadi kampus tempat aku menghabiskan masa-masaku sebagai mahasiswa. Aku sempat merasa tidak bersemangat menjalani kuliah selama dua semester sehingga nilai ku sempat anjlok (hiks..). Namun memasuki semester tiga gairahku pun muncul untuk menjalani aktifitas kuliah sehingga nilai-nilai ku pun ikut-ikutan bersemangat (semakin meningkat kamsudnya :p).
Sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Satu per satu para sahabat pergi meninggalkan jogja. Hingga saatnya giliranku pun tiba untuk melambaikan tangan terhadap kota yang penuh kenangan ini. Entah kapan lagi aku bisa menyaksikan wajah teman-temanku itu. apakah tahun depan? Dua tahun lagi? Atau ketika mereka sudah menikah dan memiliki banyak anak (Banyakin anak ya :p)? Atau nanti ketika mereka telah mendapat sebutan kakek-nenek? Atau bahkan tidak pernah bertemu lagi didunia ini? Kalau memang didunia belum sempat bersua, semoga diakhirat nanti bisa dipertemukan kembali disurga-Nya. Amin. Wallahu’alam.
Wajah boleh saja tidak bertatap. Namun kontak harus tetap berjalan. Dijaman yang semakin canggih ini jarak yang jauh dapat dibuat bagaikan sejengkal. Alat komunikasi seperti Handphone merupakan salah satu cara untuk menjaga agar silaturrahmi tetap terjalin. Selain itu layanan internet yang sudah mendunia pun mampu mempersatukan hubungan yang sempat terputus. Mulai dari chatting melalui berbagai layanan yang telah disediakan seperti Yahoo Messenger hingga situs-situs pertemanan seperti Friendster.
Pertemuan dan perpisahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya bagaikan dua bagian kepingan logam yan melekat erat. Didunia ini tidak ada yang abadi. Keabadian hanya diperoleh diakhirat kelak. Semoga perpisahan yang terjadi didunia dapat dipertemukan diakhirat nanti. Hidup didunia hanya sebentar. Persiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya. I will miss you all my friends.

14 Responses to “Detik-detik Meninggalkan Jogja”

  1. inovadli Says:

    mau pulang kampung dlu jar..
    abis tu br mlanjutkn prjuangn lg..hehe

  2. spy Says:

    pulang kampung fad?
    gak netep di yogya aja…
    cari kerja istri heheheh

  3. inovadli Says:

    iya mr.spy, mau pulkam dlu..

  4. ridho Says:

    lo serius fad mau pulang kampung?

  5. wiryadinata Says:

    amiiin

    iya deh sama2, tp klo aku hanya untuk beberapa saat ajah siy. ga lama ehehe. klo ketemu di jalan jgn sungkan2 nyapa. (jgn kaya waktu di pom bensin :D untung aku unget dirimu :p)
    ati2 take care. barokallahu fiik
    salam jg ma tmn2 disana ok ok.

  6. inovadli Says:

    @Ridho
    gak serius Do. Tp 2rius.. hehe

    @Wiryadinata
    ok deh masrom.. btw, klo mo ngabisin masa lajang, ngomong2 yak :D

    To aLL:
    Maapin yah klo ak ad slh…….
    ‘n ikhlasin yah klo ad utang…. :P

  7. aroom Says:

    ipat ipit….selamat jalan……….

  8. inovadli Says:

    moga swatu saat qt bs qtmu lg Suryaroom..
    kbr2i yo klo dah dpt krjaan..

  9. jakaputra Says:

    akhirnya dah g di jogja lagi
    cepat sekali pertemuan dan perkenalan kita di milad dan kajian di DS truz…ilang antum..hmmm

  10. WULan Says:

    fadli….assallamu’alaikum..diriku berkunjung

    cuma ada satu kata buat jogja : ngangenin ;)

  11. inovadli Says:

    @jakaputra
    moga qt bs d prtmukan kmbali akh. Amin.

    @WULan
    bnr bgt ‘Lan. Jogja emg ngangenin..

  12. ahaha.. Says:

    halah ndobos pak.. ^_^


Leave a Reply