Terbangun dari tidur setelah puas tidur sepanjang malam. Langit Ujung Kulon masih tampak sedikit gelap. Namun tidak menghalangi penglihatan karena terpancar sedikit bias sinar sang mentari. Segar sekali merasakan pagi di pulau tak berpenghuni ini.
Bergegas menuju aliran muara yang tak jauh dari tenda bersama beberapa orang teman untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh yang masih tersisa. Air wudhu yang bersumber langsung dari mata air ini sungguh terasa segar sekali.
Kembali ke tenda setelah berwudhu dan menunaikan sholat subuh dengan
beralasakan kain parasut anti hujan penutup tenda yang digunakan sebagai sajadah. Sungguh berbeda rasanya sholat beratapkan langit di alam terbuka seperti ini. Ditambah lagi dengan hamparan laut luas yang terdapat disebelahnya. Dan suasana sepi hutan dengan suara khas jangkriknya yang memberikan kesan yang berbeda. Ingin rasanya bisa merasakan sensasi seperti ini setiap hari.
Setelah sholat subuh tertunaikan kemudian semua berkumpul disatu tempat disebelah tenda yang beralaskan rumput hijau untuk menanti matahari terbit. Para potografer telah bersiap dengan kamera mereka masing-masing. Para model pun (gubrak!) telah siap untuk diarahkan berpoto siluete dengan sang mentari. Read the rest of this entry »







