Keliling Asia Tenggara di Batam Pos

Cerita Bagian Satu di Harian Batam Pos

Di Harian Pagi Batam Pos

Mulai tanggal 20 Januari hingga 23 Januari 2012 cerita perjalanan saya mengeilingi Asia Tenggara dimuat di Harian Pagi Batam Pos selama empat hari berturut-turut. Tulisan ini menceritakan perjalanan saya mengelilingi beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, dan Singapura yang saya lakukan selama lebih kurang seminggu mulai tanggal 21 November hingga 29 November 2011. Perjalanan ini saya lakukan solo backpacker atau seorang diri mulai dari Batam, Kepulauan Riau hingga kembali lagi ke Batam.

Dimuatnya cerita perjalanan saya di Harian Batam Pos ini Read the rest of this entry »

Eksotisme Cidaun dan Romantisme Peucang (Jelajah Ujung Kulon 3, Habis)

Pulau Cidaun

Sensai Cibom yang mengundang rasa kagum telah dijelajahi. Bersiap untuk mengunjungi objek selanjutnya di pulau seberang. Setelah puas beristirahat melepas lelah, menunaikan sholat, dan energi kembali pulih, petualangan pun dilanjutkan kembali. Satu per satu teman menyeberang menuju ke kapal kayu yang terletak sekitar 30 meter dari bibir pantai dengan menggunakan bantuan perahu karet. Kapasitas perahu karet yang hanya bisa memuat 5 orang ini menyebabkan perahu ini harus mondar-mandir sebanyak 3 kali perjalanan. Setelah semua terangkut kapal pun diberangkatkan menuju objek selanjutnya, Pulau Cidaun.

Perjalanan dari Pulau Cibom menuju Pulau Cidaun menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Deretan pepohonan bakau mulai kelihatan dari kejauhan. Perlahan kapal mendekati Read the rest of this entry »

Sensasi Cibom (Jelajah Ujung Kulon 2)

Tanjung Layar

Terbangun dari tidur setelah puas tidur sepanjang malam. Langit Ujung Kulon masih tampak sedikit gelap. Namun tidak menghalangi penglihatan karena terpancar sedikit bias sinar sang mentari. Segar sekali merasakan pagi di pulau tak berpenghuni ini.

Bergegas menuju aliran muara yang tak jauh dari tenda bersama beberapa orang teman untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh yang masih tersisa. Air wudhu yang bersumber langsung dari mata air ini sungguh terasa segar sekali.

Kembali ke tenda setelah berwudhu dan menunaikan sholat subuh dengan beralasakan kain parasut anti hujan penutup tenda yang digunakan sebagai sajadah. Sungguh berbeda rasanya sholat beratapkan langit di alam terbuka seperti ini. Ditambah lagi dengan hamparan laut luas yang terdapat disebelahnya. Dan suasana sepi hutan dengan suara khas jangkriknya yang memberikan kesan yang berbeda. Ingin rasanya bisa merasakan sensasi seperti ini setiap hari.

Setelah sholat subuh tertunaikan kemudian semua berkumpul disatu tempat disebelah tenda yang beralaskan rumput hijau untuk menanti matahari terbit. Para potografer telah bersiap dengan kamera mereka masing-masing. Para model pun (gubrak!) telah siap untuk diarahkan berpoto siluete dengan sang mentari. Read the rest of this entry »

Jelajah Ujung Kulon

Ujung Kulon

Ujung Kulon. Pertama kali mendengar nama ini ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saat jam pelajaran IPS. Pada saat itu yang terlintas dipikiran mengenai nama ini tidak lebih dari sebuah nama daerah yang memiliki spesies langka berupa Badak Bercula Satu. Sejak setelah pelajaran IPS itu hingga saat sebelum menginjakkan kaki di Ujung Kulon, anggapan mengenai daerah terbarat Pulau Jawa itu tetap sama, tidak lebih dari keterkenalannya akan kepemilikan spesies langka badak bercula itu.

Pertengahan April 2010 menjadi momen yang tak terlupakan dalam catatan harian perjalanan perjalanan hidup ini. Bersama empat belas sahabat backpacker menyatukan visi mengatur rencana mewujudkan mimpi untuk menaklukkan Ujung Kulon. Pasar Festival, Kuningan menjadi titik start pertemuan sebelum memulai perjalanan. Tepat pukul setengah sebelas malam, Elf (sejenis kendaraan travel) yang menjadi angkutan selama perjalanan menancapkan gas meninggalkan Pasar Festival. Perkiraan perjalanan untuk tiba di Ujung Kulon akan memakan waktu sekitar 5 Jam. Tetapi waktu yang diperkirakan tersebut meleset. Ditengah perjalanan, saat Elf yang ditumpangi melintasi Pandeglang, kendaraan ini berulah. Ban bocor! Elf trhenti seketika. Pak Hari, Sopir Elf, turun melihat kondisi ban. Setelah dicek ternyata kebocoran terdapat pada ban kiri belakang. Eits. Tidak hanya ban kiri saja, ternyata ban kanan juga mengalami hal yang serupa. Gubrak.

Jarum jam menunjukkan waktu telah subuh. Sang fajar masih enggan menampakkan dirinya. Gelap. Tidak ada cahaya lampu jalanan sebagaimana di kota. Dikiri dan kanan jalan terhampar deretan pepohonan yang (sepertinya) menyerupai hutan. Asumsi ini muncul disebabkan gelap yang melanda sehingga sulit untuk memprediksikan keadaan sekitar dengan pasti.
Tak jauh dari tempat kejadian ban bocor, tampak cahaya kekuningan Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.