<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rakhmad Fadli</title>
	<atom:link href="http://fadlifadli.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadlifadli.wordpress.com</link>
	<description>Siapa yang bersungguh-sungguh, akan mendapatkan apa yang diinginkannya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Nov 2011 17:03:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fadlifadli.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/710a82810e782948ef4cc03e6928058c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Rakhmad Fadli</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fadlifadli.wordpress.com/osd.xml" title="Rakhmad Fadli" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fadlifadli.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Artis Youtube yang Meletup</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 15:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Dalam waktu seminggu nama Shinta dan Jojo nangkring menjadi Trending Topic di  situs jejaring sosial paling populer  seantero jagat, Twitter, setelah video lipsync mereka yang di upload di situs Youtube menjadi buah bibir para &#8216;penjelajah&#8217; dunia maya. Tak lama berselang media cetak dan televisi pun ikut-ikutan membicarakan kehebohan aksi dua mojang cimahi yang berlipsync ria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=487&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_491" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-491" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/shinta-jojo-hl-2/"><img class="size-medium wp-image-491" title="Shinta dan Jojo" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/shinta-jojo-hl-2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Shinta dan Jojo</p></div>
<p>Dalam waktu seminggu nama Shinta dan Jojo nangkring menjadi Trending Topic di  situs jejaring sosial paling populer  seantero jagat, Twitter, setelah video lipsync mereka yang di upload di situs Youtube menjadi buah bibir para &#8216;penjelajah&#8217; dunia maya. Tak lama berselang media cetak dan televisi pun ikut-ikutan membicarakan kehebohan aksi dua mojang cimahi yang berlipsync ria di di youtube ini. Shinta dan Jojo pun semakin terangkat popularitasnya. Wajah yang menarik dan lagu Keong Racun yang pas yang dipilih untuk dinyanyikan secara lipsync turut andil atas ketenaran mereka.</p>
<p>Ketenaran Shinta dan Jojo kini jejaknya diikuti oleh aksi seorang polisi gorontalo yang juga menyanyi lipsync salah satu lagu india berjudul Chaiya-chaiya <span id="more-487"></span>yang diunggah di Youtube dengan gerakan-gerakan yang mengundang senyuman, tawa, dan kagum bagi masyarakat yang menyaksikannya.</p>
<div id="attachment_492" class="wp-caption alignright" style="width: 238px"><a rel="attachment wp-att-492" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/image-4d9ddba6dedff-0000360405/"><img class="size-full wp-image-492" title="Norman Kamaru" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/image-4d9ddba6dedff-0000360405.jpg?w=780" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Norman Kamaru</p></div>
<p>Kepopuleran polisi yang bernama Norman Kamaru ini cukup menghebohkan. Karena ia adalah seorang polisi yang notabene bersikap tegas, wibawa, dan sedikit &#8216;menyeramkan&#8217;. Briptu Norman mampu mengubah citra polisi yang sedikit &#8216;menyeramkan&#8217; menjadi menyenangkan. Hingga saat ini, lebih kurang hampir satu minggu, pemberitaan di televisi maupun media cetak tak luput dari wajah dan aksi polisi yang masih berusia 26 tahun ini.</p>
<p>Selain dua bintang Youtube yang cukup fenomenal tersebut, masih adalagi beberapa artis dadakan yang melejit setelah mengunggah vide melalui Youtube. Diantaranya, Sualudin, Bintang Youtube yang populer</p>
<div id="attachment_494" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-494" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/udin/"><img class="size-medium wp-image-494" title="Udin Sedunia" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/udin.jpg?w=300&#038;h=157" alt="" width="300" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Udin Sedunia</p></div>
<p>berkat kekreatifannya mengolah kata-kata yang mengandung unsur &#8216;Udin&#8217; serta tingkat kepedeannya yang cukup tinggi. Hampir tiap hari wajah pria keturunan Ambon ini muncul di acara musik Inbox di SCTV dan beberapa stasiun televisi lainnya.</p>
<p>Lalu ada Bona Paputungan yang meraup untung berkat ketenaran seorang koruptor nomor wahid, Gayus Tambunan. Bona dan beberapa teman-temannya membuat sebuah video klip yang menceritakan tentang kronologis keluarnya Gayus Tambunan dari sel tahanan untuk plesir ke Bali dan diunggah ke Youtube. Lagu yang enak didengar dan lirik yang mudah dihafal yang</p>
<div id="attachment_495" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-495" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/gayusbona-2/"><img class="size-medium wp-image-495" title="Bona &quot;Gayus&quot; Paputungan" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/gayusbona1.jpg?w=300&#038;h=182" alt="" width="300" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">Bona &quot;Gayus&quot; Paputungan</p></div>
<p>diciptakan oleh Bona sungguh menarik perhatian masyarakat. Ditambah lagi dengan wajahnya yang hampir menyerupai Gayus Tambunan terutama disaat menggunakan wig dan kacamata yang digunakan Gayus saat menonton Tenis di Bali. Lagu yang berjudul Andai Aku Gayus Tambunan itu pun sempat menjadi soundtrack di salah satu mall yang pernah penulis kunjungi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kemudian dua kakak beradik, Gamaliel dan Audrey Tapiheru. Aksi mereka tidak seperti Shinta dan Jojo atau Briptu Norman Kamaru yang melipsync sebuah lagu. Tetapi dengan menunjukkan suara asli mereka yang dibawakan secara duet dan diiringi sebuah gitar yang dimainkan oleh kakaknya, Gamaliel. Suara dua besaudara ini tidak kalah dengan para penyanyi yang</p>
<div id="attachment_496" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-496" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/bisnis-online6/"><img class="size-medium wp-image-496" title="Gamaliel dan Audrey Tapiheru" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/bisnis-online6.jpg?w=300&#038;h=206" alt="" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Gamaliel dan Audrey Tapiheru</p></div>
<p>sering tampil di televisi. Dalam video yang diunggah di Youtube tersebut mereka berbicara menggunakan bahasa inggris dengan menampilkan lambang bendera indonesia di kanan atas sehingga tidak ragu untuk melacak asal negara mereka. Berkat unggahan video mereka di Youtube, sebuah acara paling bergengsi di SCTV mengundang mereka untuk tampil di acara musik Harmoni. Beberapa waktu setelah itu, wajah mereka pun muncul di salah satu iklan produk berkelas, Telkomsel.</p>
<p>Namun ada satu lagi artis yang menangguk popularitas melalui Youtube yang popularitasnya sudah menyebar ke seluruh dunia. Seorang asal Kanada yang berusia masih belia dan banyak digandrungi remaja dunia. Yap, remaja itu adalah Justin Bibir. Eh, Justin Beiber.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=487&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2011/04/11/artis-youtube-yang-meletup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/shinta-jojo-hl-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Shinta dan Jojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/image-4d9ddba6dedff-0000360405.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Norman Kamaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/udin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Udin Sedunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/gayusbona1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bona &#34;Gayus&#34; Paputungan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2011/04/bisnis-online6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gamaliel dan Audrey Tapiheru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksotisme Cidaun dan Romantisme Peucang (Jelajah Ujung Kulon 3, Habis)</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 13:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Sensai Cibom yang mengundang rasa kagum telah dijelajahi. Bersiap untuk mengunjungi objek selanjutnya di pulau seberang. Setelah puas beristirahat melepas lelah, menunaikan sholat, dan energi kembali pulih, petualangan pun dilanjutkan kembali. Satu per satu teman menyeberang menuju ke kapal kayu yang terletak sekitar 30 meter dari bibir pantai dengan menggunakan bantuan perahu karet. Kapasitas perahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=383&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-412" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/26828_1287480739600_1007623772_30630376_7348448_n/"><img class="size-medium wp-image-412" title="Pulau Cidaun" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287480739600_1007623772_30630376_7348448_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Cidaun</p></div>
<p style="text-align:left;"><a href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/" target="_blank"><strong>Sensai Cibom</strong></a> yang mengundang rasa kagum telah dijelajahi. Bersiap untuk mengunjungi objek selanjutnya di pulau seberang. Setelah puas beristirahat melepas lelah, menunaikan sholat, dan energi kembali pulih, petualangan pun dilanjutkan kembali. Satu per satu teman menyeberang menuju ke kapal kayu yang terletak sekitar 30 meter dari bibir pantai dengan menggunakan bantuan perahu karet. Kapasitas perahu karet yang hanya bisa memuat 5 orang ini menyebabkan perahu ini harus mondar-mandir sebanyak 3 kali perjalanan. Setelah semua terangkut kapal pun diberangkatkan menuju objek selanjutnya, <strong>Pulau Cidaun</strong>.</p>
<p>Perjalanan dari Pulau Cibom menuju Pulau Cidaun menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Deretan pepohonan bakau mulai kelihatan dari kejauhan. Perlahan kapal mendekati<span id="more-383"></span> dermaga dan merapat di pinggirnya. Semua petualang turun dari kapal dan langsung beranjak menuju ke tempat penangkaran Banteng yang berjarak sekitar 1 km. Bentuk tanah yang dilalui berlumpur dan bergelombang. Beruntung sebagian lumpur ada yang telah mengering sehingga tidak meninggalkan bekas di alas kaki saat diinjak.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-453" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/26828_1287480979606_1007623772_30630381_7855823_n/"><img class="size-medium wp-image-453" title="penangkaran banteng cidaun" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287480979606_1007623772_30630381_7855823_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">penangkaran banteng cidaun</p></div>
<p>Akhirnya tiba di kawasan Penangkaran Banteng. Penangkaran ini tidak berpagar sebagaimana di kebun binatang sehingga sedikit menimbulkan rasa takut. Sebuah pos mirip mercusuar berlantai 3 yang terbuat dari kayu menjadi tempat untuk melihat sekelompok banteng dari kejauhan. Tetapi hanya sesaat saja. Tak lama kemudian semua pun turun dari pos dan memberanikan diri untuk melihat sekawanan banteng lebih dekat lagi. Tampak sekawanan Banteng sedang menikmati makan sorenya di depan sana. Mirip panorama alam di taman nasional afrika. Keren sekali. salah seorang teman nekat melangkahkan kakinya lebih dekat lagi kearah banteng-banteng itu dan bersembunyi dibalik sebuah pohon demi memuaskan hasrat potografinya. Ckck.</p>
<p>Hari semakin sore. Semua bersiap kembali pulang menyudahi kunjungan di</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-454" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/25726_1455337422846_1215632841_31339801_3972822_n/"><img class="size-medium wp-image-454" title="dermaga cidaun" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/25726_1455337422846_1215632841_31339801_3972822_n.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">dermaga cidaun</p></div>
<p>Penangkaran banteng ini dan berjalan menuju dermaga. Pesona jingga langit sore yang tampak indah dari dermaga mengundang hasrat para potografer untuk mengabadikannya. Momen seperti ini digunakan oleh Para Pemotret untuk bermain dengan modus siluete.</p>
<p>Perlahan matahari semakin menjauh. Pesona jingganya kian memudar. Kapal yang sedari tadi telah menanti dipinggir dermaga telah bersiap membawa</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-464" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/14111_427530589941_593179941_5454846_3420763_n-2/"><img class="size-medium wp-image-464" title="Sunset" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/14111_427530589941_593179941_5454846_3420763_n1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sunset</p></div>
<p>para petualang ini kembali ke Pulau Cibom. Tepat waktu maghrib kapal tiba di Pulau Cibom. Seperti biasa satu per satu teman diangkut menggunakan perahu karet untuk menyeberang hingga ke bibir pantai. Namun salah seorang teman enggan menaiki perahu karet dan memberanikan diri menyeberang hingga ke bibir pantai dengan menyeburkan dirinya ke laut alias berenang! Padahal langit semakin menggelap. Nekat sekali (anak pantai sih <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Setelah selesai mandi dan menunaikan sholat Maghrib yang dijama’ dengan Isya’, semua berkumpul di halaman tengah tenda. Api unggun dinyalakan.</p>
<div id="attachment_480" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-480" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/15292_1434846472034_1259103792_1290618_5685533_n-3/"><img class="size-medium wp-image-480" title="Sholat" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/15292_1434846472034_1259103792_1290618_5685533_n2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sholat</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 310px"> </dt>
</dl>
</div>
<p>Permainan pun dimulai. Kali ini bermain Pesan Berantai, yaitu sebuah permainan yang dimainkan dengan menyampaikan sebuah informasi dari satu teman ke teman lainnya dengan cara berbisik agar tak terdengar teman disebelahnya. Dan hukuman bagi tim yang kalah adalah menyanyikan sebuah lagu sambil memeragakannya (Penulis termasuk tim yang kalah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' />  ).<br />
Tak lama kemudian makan malam pun datang. Dengan pencahayaan senter seadanya para petualang yang tampaknya sangat kelaparan ini menyantap</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a rel="attachment wp-att-481" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/25726_1454796249317_1215632841_31338811_314706_n-4/"><img class="size-medium wp-image-481" title="Permainan" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/25726_1454796249317_1215632841_31338811_314706_n3.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Permainan</p></div>
<p>hidangan dengan lahapnya. Setelah selesai meredam rasa lapar kemudian semua beranjak menuju halaman belakang tenda yang gelap untuk bermain Slow Speed. Yaitu sebuah permainan kreasi dengan menggunakan sebuah kamera. Sejumlah teman diarahkan untuk membentuk sebuah huruf yang dibentuk dengan menggunakan cahaya dari handphone atau senter dengan mengerak-gerakkan secara perlahan dan dishoot dengan sebuah kamera hingga menghasilkan gambar yang menyerupai sebuah kalimat. Kata yang ingin dibentuk adalah UJUNG KULON. Namun karena terdapat kesalahan teknis dalam penggambilan gambar, permainan kreasi slow speed ini pun tidak seperti yang diharapkan. Gagal.</p>
<p>Semua kembali lagi ke halaman tengah tenda dan berkumpul sambil bercengkerama ngalor ngidul gak jelas sepuasnya. Langit malam ini tampaknya kurang bersahabat. Bak rambut yang baru habis dibilas dengan sebuah shampoo anti ketombe, jumlah bintang diatas sana mendadak menurun drastis dibanding malam kemarin. Hanya beberapa saja yang terlihat. Malam kedua ini memang sedikit garing. Tak ada lenongan yang mampu mengocok perut seperti malam sebelumnya. Malam semakin sunyi. Tak ada obrolan ngalor ngidul lagi. Satu per satu teman memasuki tenda masing-masing. Saatnya untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah diajak berpetualang seharian penuh. Zzz.</p>
<p>Terdengar rintik hujan diluar sana. Langit masih tampak gelap. Hujan yang turun tidak begitu deras sehingga membuat tidur semakin terlelap. Namun semakin lama curah hujan yang turun semakin terdengar deras. Rasa was-was muncul. Khawatir kalau tenda yang ditempati kemasukan air. Dan kekhawatiran itu pun terjadi. Tenda yang ditempati bersama beberapa orang teman berhasil dimasuki air hujan sehingga menyebabkan tidur tak nyaman. Satu persatu teman keluar menuju pendopo yang terdapat tak jauh dari tenda. Untungnya langit sudah tampak sedikit bercahaya sehingga memudahkan untuk mengevakuasi diri sendiri dan teman-teman lainnya.</p>
<p>Perlahan hujan semakin mereda. Semua berkumpul dan berteduh di pendopo yang cukup luas dan menunaikan sholat subuh yang masih tersisa. Hujan berganti gerimis-gerimis kecil dan semakin menghilang tak bersisa. Pagi semakin cerah. Tenda-tenda mulai di <em>re-pack</em>. Semua sibuk berkemas untuk</p>
<div id="attachment_484" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-484" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/14111_427529374941_593179941_5454806_6877911_n-2/"><img class="size-medium wp-image-484" title="Kapal Setia Peneman Perjalanan" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/14111_427529374941_593179941_5454806_6877911_n1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kapal Setia Peneman Perjalanan</p></div>
<p>pulang karena hari ini memang terakhir dari rangkaian petualangan selama 3 hari di Ujung Kulon. Sarapan pagi telah tersedia. Semua beranjak menuju hidangan sebelum meninggalkan Pulau Cibom ini.</p>
<p>Setelah selesai sarapan, semua beranjak menuju perahu karet untuk diangkut menuju kapal utama. Dan kapal pun siap diberangkatkan meninggalkan pulau yang menyimpan banyak kenangan itu. <em>Bye</em> Cibom.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-423" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/26828_1287443178661_1007623772_30630255_6494552_n/"><img class="size-medium wp-image-423" title="Pulau Peucang" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287443178661_1007623772_30630255_6494552_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Peucang</p></div>
<p>Sebelum kapal ini melabuhkan sauhnya di dermaga terakhir, terlebih dahulu menghampiri pulau yang sempat disinggahi 2 hari yang lalu, yaitu <strong>Pulau Peucang</strong>. Kehadiran yang hanya sesaat di pulau yang berpantai indah ini beberapa hari lalu membuat hasrat ingin mengunjunginya kembali untuk melampiaskan keinginan menyeburkan diri di pantainya yang bening dan tak berombak. Ribuan ikan yang tampak jelas didasar laut ngacir seketika begitu melihat para petualang ini menceburkan diri seenaknya di habitatnya. Ikan-ikan itu mungkin mengira orang-orang yang menceburkan diri ke pantai adalah bapak dan ibu nelayan yang ingin menjaring mereka <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Selain air lautnya yang jernih dan tak berombak, pantai ini juga memiliki pasir putih yang lembut seperti bedak yang jika dioleskan di tubuh tidak terasa perih. Satu lagi yang menjadi kelebihan pantai ini adalah suasana pantainya yang sepi pengunjung sehingga pantai yang memiliki kesan romantis ini serasa milik sendiri. Sangat baik bagi yang ingin mencari ketenangan dan menyegarkan pikiran.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-457" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/15292_1434841471909_1259103792_1290508_3383683_n/"><img class="size-medium wp-image-457" title="pesona pantai peucang" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/15292_1434841471909_1259103792_1290508_3383683_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Peucang</p></div>
<p>Tak terasa waktu terus berjalan dan mengharuskan untuk meninggalkan pantai yang indah ini. Semua kembali menuju kapal dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Ternyata masih ada spot yang akan dikunjungi sebelum kapal ini benar-benar melabuhkan dirinya di dermaga akhir. Kapal pun berhenti di tengah laut. Ya ditengah laut, tidak merapat di dermaga. Karena tujuan kali ini adalah akan melakukan snorkeling. Yaiy! beberapa orang teman telah bersiap diri dengan peralatan snorkle dan life vest. Tampaknya sudah tak sabar ingin menceburkan diri ke laut. Yap, semua telah siap untuk menikmati pemandangan bawah laut dengan ragam bentuk terumbu karang dan aneka jenis ikan yang berwarna-warni. Byur!</p>
<p>Setelah puas bersnorkling, semua pun kembali menuju kapal. Satu per satu memanjat ke atas kapal dengan menginjak ban yang tergantung di pinggirnya. Setelah semua naik, kapal pun mulai melaju menuju dermaga Taman Jaya, tempat pemberhentian akhir kapal ini. Ombak laut terasa cukup tenang, jauh lebih tenang dibanding ‘ombak’ yang terdapat di jalanan bertanah merah Taman Jaya. Penampakan deretan pulau yang terdapat di kiri dan kanan kapal serta hamparan laut biru cukup membuat segar pandangan di siang yang terik ini.</p>
<p>Tiba-tiba salah seorang teman mencetuskan ide untuk mengisi kekosongan di kapal ini untuk bermain ABC 5 Dasar (namanya asing bagi Penulis tapi sering dimainkan semasa kecil <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Yaitu sebuah permainan yang dimainkan dengan menyebut nama-nama hewan, buah, atau apa saja sesuai dengan huruf yang didapat dengan menjumlahkan jari yang di suit diantara semua pemain. (masa kecil kurang bahagia nih <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Ternyata permainan ini mampu menghidupkan suasana. Bermain sambil berteriak sepuasnya ditengah laut hingga ikan-ikan yang lagi tidur siang pun pada bangun semua <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tak terasa hamparan Dermaga Taman Jaya sudah terlihat dari kejauhan. Kapal terus melaju dan dermaga di depan sana semakin jelas terlihat. Kapal pun merapat di dermaga. Semua turun dan segera menuju rumah Pak Komar. Pak Harry, supir Elf, dengan setia menunggu kedatangan para petualang ini selama 3 hari.</p>
<p>Semua berkemas mempersiapkan diri untuk kembali ke Jakarta. Setelah selesai merepack tas, mandi, dan sholat kemudian semua berkumpul di depan untuk berpoto bersama Pak Komar sebelum naik ke dalam Elf.</p>
<p>Elf siap diberangkatkan. Pak Harry mulai menginjak gas dan meninggalkan rumah Pak Komar. Perjalanan pulang ini melalui jalur yang sama saat akan melakukan perjalanan pergi ke Taman Jaya ini. Melewati jalan yang penuh dengan ranjau-ranjau berlubang yang menyebabkan semua penumpang didalam ikut bergoyang dangdut. Namun perjalanan pulang ini sedikit lebih nyaman di banding saat pergi karena terik matahari yang menyengat mulai berkurang.</p>
<p>Hari semakin sore. Sebelum pulang, berencana untuk mencari warung Mie Ayam terlebih dahulu di daerah Taman Jaya ini. Semua melirik ke kanan-kiri sambil berharap mendapatkan warung yang dicari.Tepat saat waktu menunjukkan maghrib warung Mie Ayam yang dicari pun ketemu. Elf berhenti dan semua turun beranjak menuju warung yang dituju. Walau rasa Mie Ayam ini kurang cocok di lidah tapi tetap saja disantap dengan lahap. Sudah sangat lapar sekali sepertinya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah puas mengenyangkan perut dengan Mie Ayam Taman Jaya lalu bersiap kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Suasana di dalam Elf sepi tak bersuara. Hanya terdengar raungan mesin dan lalu lalang kendaraan yang melintas. Tampaknya semua tertidur pulas setelah kekenyangan menyantap Mie Ayam. Elf terus melaju kencang Semakin jauh meninggalkan tanah Ujung Kulon. Tanah yang telah menyatukan keempat belas petualang ini dalam sebuah keluarga baru, Odong-odong Travelers. -THE END-</p>
<p><strong>Thanks to:</strong> Lathiful AMRI, PUTRI Rizki, Hanindita GALUH, ANDI Lestomo, SANDI sumargo, DODI Mulyana, YAYUK Nursih, TABITHA Sasuwe, JOEDY Jeleeska, IKA Rangan, IKA Soewadji, SEPTIANI Dwi Astilla, dan ZAKIYAH Siti.</p>
<p>Info rincian biaya perjalanan lihat disini: <a href="http://lathifulamri.com" target="_blank">www.lathifulamri.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=383&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/09/22/eksotisme-cidaun-dan-romantisme-peucang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287480739600_1007623772_30630376_7348448_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Cidaun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287480979606_1007623772_30630381_7855823_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">penangkaran banteng cidaun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/25726_1455337422846_1215632841_31339801_3972822_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dermaga cidaun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/14111_427530589941_593179941_5454846_3420763_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sunset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/15292_1434846472034_1259103792_1290618_5685533_n2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sholat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/25726_1454796249317_1215632841_31338811_314706_n3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Permainan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/14111_427529374941_593179941_5454806_6877911_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kapal Setia Peneman Perjalanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/26828_1287443178661_1007623772_30630255_6494552_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Peucang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/09/15292_1434841471909_1259103792_1290508_3383683_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pesona pantai peucang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensasi Cibom (Jelajah Ujung Kulon 2)</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 10:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Terbangun dari tidur setelah puas tidur sepanjang malam. Langit Ujung Kulon masih tampak sedikit gelap. Namun tidak menghalangi penglihatan karena terpancar sedikit bias sinar sang mentari. Segar sekali merasakan pagi di pulau tak berpenghuni ini. Bergegas menuju aliran muara yang tak jauh dari tenda bersama beberapa orang teman untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=284&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_299" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-299" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/tanjung-layar/"><img class="size-medium wp-image-299" title="Tanjung Layar" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/tanjung-layar.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Tanjung Layar</p></div>
<p>Terbangun dari tidur setelah puas tidur sepanjang malam. Langit Ujung Kulon masih tampak sedikit gelap. Namun tidak menghalangi penglihatan karena terpancar sedikit bias sinar sang mentari. Segar sekali merasakan pagi di pulau tak berpenghuni ini.</p>
<p>Bergegas menuju aliran muara yang tak jauh dari tenda bersama beberapa orang teman untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh yang masih tersisa. Air wudhu yang bersumber langsung dari mata air ini sungguh terasa segar sekali.</p>
<p>Kembali ke tenda setelah berwudhu dan menunaikan sholat subuh dengan<a rel="attachment wp-att-450" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/sholat-subuh-2/"><img class="alignright size-medium wp-image-450" title="sholat subuh" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/sholat-subuh1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> beralasakan kain parasut anti hujan penutup tenda yang digunakan sebagai sajadah. Sungguh berbeda rasanya sholat beratapkan langit di alam terbuka seperti ini. Ditambah lagi dengan hamparan laut luas yang terdapat disebelahnya. Dan suasana sepi hutan dengan suara khas jangkriknya yang memberikan kesan yang berbeda. Ingin rasanya bisa merasakan sensasi seperti ini setiap hari.</p>
<p>Setelah sholat subuh tertunaikan kemudian semua berkumpul disatu tempat disebelah tenda yang beralaskan rumput hijau untuk menanti matahari terbit. Para potografer telah bersiap dengan kamera mereka masing-masing. Para model pun (gubrak!) telah siap untuk diarahkan berpoto siluete dengan sang mentari.<span id="more-284"></span></p>
<div id="attachment_323" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-323" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/siluete/"><img class="size-medium wp-image-323" title="Siluete" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/siluete.jpg?w=300&#038;h=227" alt="" width="300" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Siluete</p></div>
<p>Dan sang mentari pun terbit. Sayang sekali pesonanya tidak seperti yang diharapkan karena terhalang sebagian oleh gumpalan awan. Namun para pemotret tetap melakukan aksi jeprat-jepretnya karena sinar jingga yang dipancarkannya juga cukup memukau. Poto bareng sang mentari pun berlangsung beberapa lama hingga sinar jingganya tak terlihat lagi. Seiring berjalannya waktu sang mentari pun semakin beranjak naik dan pesona jingganya kian memudar.</p>
<p>Semua kembali sibuk masing-masing sambil menanti sarapan pagi tersedia. Ada yang sibuk memasak air untuk membuat minuman hangat pagi hari, ada juga yang tampak sibuk melakukan senam yoga, dan ada yang masih betah dengan kameranya jepret sana-sini.</p>
<p>Tak lama kemudian sarapan pagi pun datang. semua beranjak menuju sebakul nasi beserta lauk-pauknya itu untuk meredam rasa lapar yang mendera serta untuk bekal energi pada petualangan selanjutnya. Setelah rasa lapar menghilang dan energi semakin bertambah, semua bersiap untuk melakukan <em>tracking</em> menjelajahi Pulau Cibom sebagaimana yang telah terjadwal dalam itinerary.</p>
<p>Tak lupa untuk mengabadikan momen sejenak  di papan selamat datang Ujung</p>
<div id="attachment_334" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-334" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26828_1287472219387_1007623772_30630361_5425371_n/"><img class="size-medium wp-image-334" title="Selamat Datang UK" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287472219387_1007623772_30630361_5425371_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Taman Nasional Ujung Kulon</p></div>
<p>Kulon yang terdapat tak jauh di belakang tenda sebelum memulai perjalanan. Perjalanan pun dimulai dengan berbaris membentuk formasi satu-satu serta dipandu oleh seorang <em>guide. </em>Tampak segar raut wajah para petualang diawal perjalanan ini. Semua terlihat menikmati melakukan perjalanan menembus semak belukar ini.</p>
<div id="attachment_324" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a rel="attachment wp-att-324" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/25726_1454816569825_1215632841_31338916_4794021_n/"><img class="size-medium wp-image-324" title="Tracking" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1454816569825_1215632841_31338916_4794021_n.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Tracking</p></div>
<p>Senang rasanya bisa melakukan hobi lama ini. Berjalan menyusuri hutan yang khas dengan suasana sepi dan suara jangkriknya bersama orang-orang yang memiliki kegemaran serupa. Medan awal yang ditempuh terasa biasa saja. Namun di medan-medan berikutnya terdapat sedikit kesulitan yang cukup bervariasi. Mulai dari menyeberangi genangan lumpur yang dilewati dengan bantuan sebatang kayu yang berukuran nge-pas dengan telapak kaki, melewati bangkai batang pohon besar yang telah tumbang, hingga menuruni jalanan yang cukup landai.</p>
<p>Sepanjang perjalanan berharap sekali bisa menemukan binatang langka yang dimiliki pulau ini, yaitu Badak Bercula Satu. Tetapi sayang tidak berhasil menemukannya seekor pun. Memang agak sulit untuk bisa menemukannya terlebih lagi hewan tersebut sangat pemalu dan populasinya diperkirakan hanya tinggal 50 ekor.</p>
<p>Tak lama kemudian terdengar suara ombak laut menepi yang tak terlihat wujudnya karena terhalang oleh pepohonan hutan. Sepertinya sesaat lagi akan tiba di objek pertama, Pantai Ciramea. Rasa tak sabar ingin segera</p>
<div id="attachment_342" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-342" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/14111_427524874941_593179941_5454542_365552_n/"><img class="size-medium wp-image-342" title="Tracking 2" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/14111_427524874941_593179941_5454542_365552_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tracking 2</p></div>
<p>melihat keindahan pantainya. Tetapi entah kenapa perjalanan menuju pantai tersebut rasanya tak kunjung tiba. Terasa masih jauh saja. Ternyata jalan yang harus ditempuh untuk sampai kesana harus melewati belokan yang cukup panjang. Padahal sebenarnya jaraknya tidak begitu jauh.</p>
<p>Dan akhirnya pantai yang membuat rasa penasaran itu pun terlihat juga dari kejauhan 30 meter. Rasa lelah dan senang bercampur menjadi satu karena akan tiba ditujuan pertama. Wow, indah sekali pantainya.</p>
<div id="attachment_343" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-343" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/14111_427529074941_593179941_5454760_8113623_n/"><img class="size-medium wp-image-343" title="Pantai Ciramea 2" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/14111_427529074941_593179941_5454760_8113623_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Ciramea 2</p></div>
<p>Sebagian teman ada yang langsung menuju pantai menikmati keindahannya. Namun sebagian lagi sengaja mengistirahatkan tubuhnya sejenak disebuah gubuk yang terdapat tak jauh dari pantai. Rasa haus mendera. Untungnya tak jauh dari tempat beristirahat terdapat sebuah aliran air nan jernih. Segera beranjak kesana untuk menghilangkan dahaga yang menggerogoti selama perjalanan tadi.</p>
<p>Setelah puas beristirahat kemudian semua menuju ke pantai dan bergabung</p>
<div id="attachment_325" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-325" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26828_1287443018657_1007623772_30630251_8297910_n/"><img class="size-medium wp-image-325" title="Pantai Ciramea" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287443018657_1007623772_30630251_8297910_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Ciramea</p></div>
<p>dengan teman-teman yang terlebih dahulu kesana serta melakukan poto bersama dengan latar Pantai Ciramea yang menghadap langsung ke Laut Selatan itu. Keindahan pantainya dengan pasirnya yang putih, kejernihan air lautnya, ditambah dengan deretan pepohonan hijau di pinggir pantai yang dinaungi dengan langitnya yang biru membuat betah berlama-lama disini.</p>
<div id="attachment_335" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-335" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26828_1287476139485_1007623772_30630367_867682_n/"><img class="size-medium wp-image-335" title="Tracking on Ciramea" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287476139485_1007623772_30630367_867682_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Tracking on Ciramea</p></div>
<p>Namun waktu yang tidak bisa di <em>pause</em> barang sedetik mengharuskan untuk segera menyudahi menikmati keindahan pantai ini dan melanjutkan ke objek berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Perjalanan menuju objek kedua ini menghabiskan sebagian perjalanan di pesisir pantai. Cukup melelahkan juga berjalan di pesisir pantai seperti ini karena pasirnya yang lembut membuat langkah terasa sedikit berat ditambah dengan sinar matahari yang cukup menyengat. Untuk mengurangi rasa lelah selama berjalan di pesisir pantai ini sengaja berjalan di bagian airnya yang cukup segar.</p>
<p>Akhirnya perjalanan kembali memasuki jalur pepohonan yang bersemak belukar. Rasa lelah sedikit berkurang karena terlindung dari sengatan</p>
<div id="attachment_336" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-336" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26828_1287475979481_1007623772_30630363_6485942_n/"><img class="size-medium wp-image-336" title="Jalur Bebatuan" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287475979481_1007623772_30630363_6485942_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jalur Bebatuan</p></div>
<p>matahari di bawah pepohonan yang teduh. Tak lama kemudian perjalanan pun keluar dari jalur pepohonan dan masuk ke jalur penuh bebatuan besar pinggir pantai yang terhantam oleh ombak yang cukup besar. Jalur ini sedikit membuat sport jantung. Dua orang teman yang melintasi dibagian yang cukup rawan terhantam ombak yang cukup besar. Bersyukur mereka tidak mengapa. Hanya kehilangan sebuah kacamata hitam.</p>
<p>Beberapa orang teman yang belum melintasi jalur rawan tersebut menjadi lebih berhati-hati untuk melintasinya setelah melihat kejadian tadi. Alhamdulillah, semua dapat melewatinya dengan lancar. Ternyata dibalik bebatuan besar tersebut terselip sebuah pemandangan yang sungguh indah. Sepertinya ini hadiah setelah bersusah payah berjuang melintasi jalur berbahaya tersebut. Ya ini objek tujuan kedua, Tanjung Layar.</p>
<div id="attachment_337" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-337" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26450_386698894694_634744694_3701289_2590538_n/"><img class="size-medium wp-image-337" title="Tanjung Layar 2" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26450_386698894694_634744694_3701289_2590538_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanjung Layar 2</p></div>
<p>Hamparan padang rumput  hijau serta tembok bebatuan besar seukuran rumah 3 lantai yang terdapat di Tanjung Layar ini cukup membuat takjub. Subhanallah. Namun hanya sesaat saja mampir menikmati keindahan di Tanjung Layar ini karena rencananya akan mampir kesini lagi setelah berkunjung ke rumah penjaga pulau ini yang terletak tak jauh dari sini.</p>
<p>Tiba di tempat tinggal Penjaga Pulau. Tampak dua orang laki-laki berusia sekitar 40-an keluar dari rumah. Disambut dengan baik oleh si tuan rumah. Seperti sudah mengerti apa yang diinginkan oleh para petualang ini, mereka pun segera mengeluarkan sepanci air putih. Tanpa pikir panjang semua menyerbu antri untuk melepas dahaga. Sungguh berharga sekali segelas air putih disaat kritis seperti ini.</p>
<div id="attachment_328" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a rel="attachment wp-att-328" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/25726_1455320142414_1215632841_31339764_4060915_n/"><img class="size-medium wp-image-328" title="Menara Pulau Cibom" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455320142414_1215632841_31339764_4060915_n.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Menara Pulau Cibom</p></div>
<p>Setelah puas berbincang-bincang dengan kedua penjaga pulau itu kemudian beranjak menuju menara yang terletak tak jauh dari sini. Hanya beberapa orang saja yang berani memanjati menara yang kelihatan sudah cukup tua ini (soalnya besi udah berkarat. glek!). Termasuk 2 orang teman wanita yang sepertinya ingin menunjukkan kesetaraan mereka dengan kaum pria (emansipasi kali ya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Dan dari semua yang memanjati menara tersebut  hanya sebagian kecil yang berhasil memanjatinya hingga ke puncak. Ada yang hanya bertahan sampai pertengahan menara. Juga ada yang duduk terkulai lemah tak berdaya begitu tiba di pos pertama menara ini (^^V). Bersyukur bagi mereka yang</p>
<div id="attachment_339" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-339" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/25726_1455312102213_1215632841_31339743_258137_n/"><img class="size-medium wp-image-339" title="Diatas Menara" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455312102213_1215632841_31339743_258137_n.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Diatas Menara</p></div>
<p>berhasil memanjatinya hingga ke puncak karena dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari atas sana.</p>
<p>Setelah puas memanjati menara kemudian mendatangi tempat tinggal penjaga pulau tadi untuk berpamitan. Setelah berpamitan dan meninggalkan</p>
<div id="attachment_338" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-338" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/26828_1287476259488_1007623772_30630370_150679_n/"><img class="size-medium wp-image-338" title="Tanjung Layar 3" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287476259488_1007623772_30630370_150679_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Tanjung Layar 3</p></div>
<p>mereka lalu kembali lagi ke Tanjung Layar seperti yang telah dijanjikan untuk melakukan Photo Session (eh, narsis session <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Seperti tak ingin melewatkan kesempatan langka mengabadikan momen di keindahan Tanjung Layar ini semua pose pun dikeluarkan sampai mati gaya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Setelah puas berpoto-poto selanjutnya bersiap untuk menuju pulang.</p>
<p>Di perjalanan pulang ini tak sengaja menemukan sebuah pohon raksasa yang</p>
<div id="attachment_329" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><a rel="attachment wp-att-329" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/27688_116269745067425_100000531994471_194248_7275783_n/"><img class="size-medium wp-image-329" title="Big Tree" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/27688_116269745067425_100000531994471_194248_7275783_n.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Big Tree</p></div>
<p>akarnya segede rumah. Tak mau melewatkan momen unik ini, semua yang melewati ini pun melakukan poto-poto dengan latar akar pohonnya saja (gak bisa ngambil sampe ujung pohon). perjalanan dilanjutkan kembali dengan melintas dari bawah akarnya yang besar. Di perjalanan pulang para petualang ini ditugaskan untuk membawa 3 batang kayu bakar yang digunakan untuk prosesi api unggun di malam hari.</p>
<div id="attachment_331" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-331" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/25726_1455334222766_1215632841_31339791_56900_n-2/"><img class="size-medium wp-image-331" title="Tenda" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455334222766_1215632841_31339791_56900_n1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Tenda</p></div>
<p>Tak lama kemudian terlihat penampakan di depan sana yang menandakan bahwa itu adalah tempat berdirinya tenda kami. Ya, ternyata benar. Tak lama lagi perjalanan ini akan segera berakhir. Ah, tak sabar rasanya ingin merebahkan kaki beristirahat sepuasnya.  Dan sederetan tenda pun terlihat jelas didepan mata. Dan akhirnya sampai juga di garis finish. Langsung mengistirahatkan diri dihalamannya yang berumput sambil menikmati pemandangan laut yang terhampar cerah didepan sana. Segar rasanya. Semua beristirahat sambil menanti untuk melakukan petualangan selanjutnya menjelajahi Tanah Seberang, Pulau Cidaun. (To Be Continued… “Jelajah Ujung Kulon 3”)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=284&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/05/22/jelajah-ujung-kulon-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/tanjung-layar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanjung Layar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/sholat-subuh1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sholat subuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/siluete.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Siluete</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287472219387_1007623772_30630361_5425371_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Selamat Datang UK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1454816569825_1215632841_31338916_4794021_n.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Tracking</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/14111_427524874941_593179941_5454542_365552_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tracking 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/14111_427529074941_593179941_5454760_8113623_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Ciramea 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287443018657_1007623772_30630251_8297910_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Ciramea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287476139485_1007623772_30630367_867682_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tracking on Ciramea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287475979481_1007623772_30630363_6485942_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalur Bebatuan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26450_386698894694_634744694_3701289_2590538_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanjung Layar 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455320142414_1215632841_31339764_4060915_n.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Menara Pulau Cibom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455312102213_1215632841_31339743_258137_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Diatas Menara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/26828_1287476259488_1007623772_30630370_150679_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanjung Layar 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/27688_116269745067425_100000531994471_194248_7275783_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Big Tree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/05/25726_1455334222766_1215632841_31339791_56900_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tenda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jelajah Ujung Kulon</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/04/29/jelajah-ujung-kulon/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/04/29/jelajah-ujung-kulon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 23:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Backpacker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Ujung Kulon. Pertama kali mendengar nama ini ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saat jam pelajaran IPS. Pada saat itu yang terlintas dipikiran mengenai nama ini tidak lebih dari sebuah nama daerah yang memiliki spesies langka berupa Badak Bercula Satu. Sejak setelah pelajaran IPS itu hingga saat sebelum menginjakkan kaki di Ujung Kulon, anggapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=270&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_275" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-275" href="http://fadlifadli.wordpress.com/2010/04/29/jelajah-ujung-kulon/26828_1287472139385_1007623772_30630359_5454972_n-2/"><img class="size-medium wp-image-275" title="Ujung Kulon" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/04/26828_1287472139385_1007623772_30630359_5454972_n1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ujung Kulon</p></div>
<p><strong>Ujung Kulon</strong>. Pertama kali mendengar nama ini ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saat jam pelajaran IPS. Pada saat itu yang terlintas dipikiran mengenai nama ini tidak lebih dari sebuah nama daerah yang memiliki spesies langka berupa Badak Bercula Satu. Sejak setelah pelajaran IPS itu hingga saat sebelum menginjakkan kaki di Ujung Kulon, anggapan mengenai daerah terbarat Pulau Jawa itu tetap sama, tidak lebih dari keterkenalannya akan kepemilikan spesies langka badak bercula itu.</p>
<p>Pertengahan April 2010 menjadi momen yang tak terlupakan dalam catatan harian perjalanan perjalanan hidup ini. Bersama empat belas sahabat backpacker menyatukan visi mengatur rencana mewujudkan mimpi untuk menaklukkan Ujung Kulon. Pasar Festival, Kuningan menjadi titik start pertemuan sebelum memulai perjalanan. Tepat pukul setengah sebelas malam, Elf (sejenis kendaraan travel) yang menjadi angkutan selama perjalanan menancapkan gas meninggalkan Pasar Festival. Perkiraan perjalanan untuk tiba di Ujung Kulon akan memakan waktu sekitar 5 Jam. Tetapi waktu yang diperkirakan tersebut meleset. Ditengah perjalanan, saat Elf yang ditumpangi melintasi Pandeglang, kendaraan ini berulah. Ban bocor! Elf trhenti seketika. Pak Hari, Sopir Elf, turun melihat kondisi ban. Setelah dicek ternyata kebocoran terdapat pada ban kiri belakang. Eits. Tidak hanya ban kiri saja, ternyata ban kanan juga mengalami hal yang serupa. Gubrak.</p>
<p>Jarum jam menunjukkan waktu telah subuh. Sang fajar masih enggan menampakkan dirinya. Gelap. Tidak ada cahaya lampu jalanan sebagaimana di kota. Dikiri dan kanan jalan terhampar deretan pepohonan yang (sepertinya) menyerupai hutan. Asumsi ini muncul disebabkan gelap yang melanda sehingga sulit untuk memprediksikan keadaan sekitar dengan pasti.<br />
Tak jauh dari tempat kejadian ban bocor, tampak cahaya kekuningan <span id="more-270"></span>yang tak lain adalah lampu neon salah satu rumah penduduk. Mencoba mendatangi rumah tersebut. Berharap sang empunya rumah berkenan mengizinkan untuk menunaikan sholat subuh dirumahnya. Syukurlah, disambut dengan baik.</p>
<p>Perlahan keadaan semakin terang. Namun ban Elf yang bocor masih belum menemukan titik terang. Tidak lama kemudian ada salah seorang warga yang melintas dengan sepeda motor turut membantu. Ban dibawa ke bengkel. Sambil menunggu kondisi ban pulih kembali, waktu yang ada dihabiskan dengan sarapan seadanya, ngobrol sesukanya dan bermain UNO sepuasnya. (do you know UNO?).</p>
<p>Tak lama berselang, kedua ban Elf yang bocor pun pulih kembali. Perjalanan dilanjutkan. Sinar mentari pagi yang menyengat sehat menemani perjalanan pagi ini. Keramahan kota yang masih perawan yang dilalui sepanjang perjalanan menuju Ujung Kulon mampu melepas penat setelah lelah disuguhi kesemrawutan ibukota. Aroma pagi seperti ini mendatangkan rasa rindu akan rumah nenek di bagian barat sumatra sana, tepatnya Bukit Tinggi, yang biasa dikunjungi pada saat momen Idul Fitri.</p>
<p>Matahari semakin beranjak naik. Siang semakin benderang. Panas semakin menyengat. Elf sepertinya sebentar lagi akan memasuki Pulau Umang. Samar-samar dari kejauhan terlihat penampakan yang diprediksikan bahwa itu adalah hamparan laut. Yap, ternyata benar. Sejumlah kapal nelayan tampak berjejer memenuhi laut Pulau Umang. Daerah ini mengingatkan akan desa sawang, yang terdapat disalah satu sudut Pulau Kundur, di Kepulauan Riau.</p>
<p>Perjalanan dari Pulau Umang menuju Ujung Kulon ternyata cukup menantang. Kondisi fisik jalan tak beraspal bertanah merah dan penuh lubang yang harus dilewati ternyata jauh lebih &#8216;mengombak&#8217; dibandingkan dengan perjalanan menggunakan kapal kelak. Perjalanan menuju Ujung Kulon terpaksa harus dihabiskan lebih lama dari perjalanan biasa mengingat kondisi jalan yang tak bersahabat. Ditambah panas siang yang semakin menyengat. Semua tubuh yang ada di Elf sukses digoyang jalanan tak bersahabat bak terkena goncangan gempa. Rasa tak sabar berharap Elf ini dapat segera mendarat di Rumah Pak Komar, tempat pemberhentian terakhir perjalanan ini. Agar tak tersesat, setiap penduduk yang dilintasi selalu ditanyai tentang keberadaan rumah Pak Komar, yang selalu jadi bahan candaan selama di Elf. Uniknya setiap penduduk yang ditanyai selalu memberikan jawaban yang sama, “Rumah pak komar taman jaya 2 kilo lagi!”. Padahal jarak antar orang-orang yang ditanyai tersebut cukup jauh satu dengan yang lainnya. Mendengar jawaban seperti itu, hanya bisa tersenyum dan kemudian tertawa terbahak setelah menjauh dari penduduk yang ditanyai tersebut tentunya.</p>
<p>Perjalanan menuju rumah Pak Komar seperti tak berujung. Tak terlihat tanda-tanda buntu di depan sana. Gerah, capek, lapar, dan mabok digoncang jalanan penuh lobang berbaur menjadi satu. Tetapi untungnya ditengah perjalanan disuguhi panorama pantai yang mengagumkan dikanan jalan yang membuat lupa akan ‘penyiksaan’ yang dialami selama perjalanan. Rasa segar hadir seketika. Alhamdulillah.</p>
<p>Perjalanan menuju rumah Pak Komar terasa lebih &#8216;ringan&#8217; dibanding sebelum melewati pantai nan indah ini. Jalan berlubang penuh penyiksaan seakan tertutupi dengan panorama indah yang ada di seberang. Tak lama kemudian Elf berhasil menjejakkan rodanya di garis finish. Tiba dirumah Pak Komar. Lega. Mungkin jika Elf ini bisa ngomong, dia akan berkata “GILE NYIKSA AMAT PERJALANAN KE RUMAH KOMAR”.</p>
<p>Ritual pertama yang dilakukan begitu tiba di rumah Pak Komar, tak lain tak bukan, adalah MAKAN! Wajah-wajah kelaparan tampak jujur dari raut muka para backpacker yang melahap nasi berbalut daun pisang buatan pak komar (mirip nasi kucing ala angkringan jogja). Setelah kenyang melahap ‘nasi kucing’, bergegas mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cibom. Kapal yang akan menemani perjalanan selama 3 hari telah siap merapat di dermaga. Sebelum turun ke kapal tak lupa untuk mengabadikan (kata halus dari narsis) poto di dermaga taman jaya ini. Kapal lepas landas menuju Pulau Cibom.</p>
<p>Perjalanan dari Taman Jaya menuju Pulau Cibom diperkirakan menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Ombak laut yang menyentuh kapal terasa lebih ringan dibanding ‘ombak’ jalanan tak bersahabat yang menggoncangkan Elf tadi. Apalagi disuguhi dengan lukisan alam berupa deretan pulau-pulau dan lautan biru kehijauan membuat perjalanan semakin menyenangkan.</p>
<p>Sebelum kapal mendarat di Pulau Cibom, terlebih dahulu melakukan snorkeling untuk menikmati alam bawah laut melihat aneka jenis ikan penuh warna dan arsitektur karang bawah laut. Indahnya. Apalagi ini pengalaman pertama snorkeling penulis yang biasanya hanya bisa dinikmati melalui layar televisi.</p>
<p>Matahari semakin beranjak ke barat membawa sinarnya. Pencahayaan semakin temaram. Sebelum menuju pulau cibom terlebih dahulu mampir ke Pulau Peucang untuk melakukan perizinan pada petugas setempat. Wow, Pulau Peucang keren! Airnya bening hingga terlihat dasar lautan dengan jelas. Ribuan ikan tampak kompak seakan melengkapi harmonisasi alam. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk cibang-cibung sesaat dipantainya yang tak berombak.</p>
<p>Setelah mendapatkan izin dari petugas, perjalanan menuju Pulau Cibom dilanjutkan. Matahari yang belum terbenam sempurna seolah mengisyaratkan kepada mereka yang memegang kamera untuk mengabadikan momen bersama dirinya. Para Fotograper pun berebut sunset selama perjalanan menuju Pulau Cibom yang memakan waktu setengah jam perjalanan.</p>
<p>Welcome to Cibom Island. Waktu menunjukkan maghrib ketika kaki menjejakkan kaki di pulau ini. Ibarat keluarga yang melakukan pindahan rumah, semua pun berkemas mempersiapkan segala sesuatunya yang akan menemani kehidupan selama 2 malam di pulau ini. Mulai dari mendirikan tenda, mencari kayu bakar, sampai membersihkan tubuh-tubuh kotor ini di aliran muara yang ber-air jernih tak jauh dari tempat peristirahatan.</p>
<p>Tenda telah berdiri kokoh. Masing-masing telah mendapatkan jatah tenda. Tubuh telah dibersihkan. Sholat telah ditunaikan (sensasinya beda sholat di alam terbuka seperti ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Selanjutnya melakukan ritual malam sebelum fun games dilaksanakan. Makan!</p>
<p>Setelah jatah perut terpenuhi, selanjutnya menghidupkan malam dengan melakukan berbagai fun games. Cuaca malam ini sungguh bersahabat. Ribuan bintang seolah ikut terhibur menyaksikan keceriaan di Tanah Cibom. Sorak sorai yang terlepas dari mulut mampu memecahkan kesunyian malam di pulau tak berpenghuni ini. Mulai dari games ngebut-ngebutan bak pengendara motor yang dimainkan hanya menggunakan suara “brem” (menginjak gas) dan “teeet” (menginjak rem) yang membentuk formasi lingkaran, sampai permainan segitiga mematikan antara Samson, gadis cantik, dan macan. Setelah puas berteriak nge-game seru-seruan, selanjutnya merebahkan tubuh diatas tanah yang telah beralas menghadap langit beribu bintang membentuk formasi lingkaran yg menyatukan semua kepala pada satu titik menyerupai bunga matahari. Sesaat suasana hening seketika. Kemudian perlahan muncul celetukan lelucuan. Mulai dari tebak-tebakan hingga candaan jayus garing tak berasa (hihi). Ditengah candaan suka-suka itu tiba-tiba cahaya putih kecil diatas langit sana melintas dengan cepat. Hey, ada bintang jatuh!</p>
<p>Malam semakin larut. Ribuan bintang masih setia menemani malam ini. Ricuh riuh sorak tawa muncul kembali saat salah seorang teman yang tak dinyana, tak disangka, dan tak diduga menunjukkan bakat terpendamnya. Tabitha Melenong! Saat itu juga rasa kantuk yang hampir melelapkan sirna seketika. Semua terhibur. (Entah untuk yang menjadi korban lenongannya, terhibur apa tidak. *lirik dua orang yang jadi korban* <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Tabitha sukses mengocok perut. Setelah puas terhibur dengan lenongan gratis, semua beranjak melanjutkan istirahat memberikan hak pada tubuh untuk dipersiapkan pada petualangan esok hari. Malam kembali sunyi. Hanya terdengar nyanyian jangkrik. Krik.. krik.. krik&#8230; (To Be Continued&#8230; &#8220;Jelajah Ujung Kulon II&#8221;).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=270&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/04/29/jelajah-ujung-kulon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2010/04/26828_1287472139385_1007623772_30630359_5454972_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ujung Kulon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Exoplanet</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/01/31/exoplanet/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/01/31/exoplanet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 16:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Exoplanet, sebuah planet yang mengorbit bintang yang terjadi diluar sistem tata surya. Planet ini berhasil ditemukan oleh Badan NASA dengan menggunakan Teleskop Keppler. Terdapat lima Exoplanet yang ditemukan oleh Badan NASA. Keterlibatan Teleskop Keppler yang berhasil mendeteksi Exoplanet ini membuat Badan NASA semakin yakin bahwa teleskop tersebut mampu untuk menemukan yang lebih lagi dalam menemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=264&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Exoplanet</strong>, sebuah planet yang mengorbit bintang yang terjadi diluar sistem tata surya. Planet ini berhasil ditemukan oleh Badan NASA dengan menggunakan Teleskop Keppler. Terdapat lima Exoplanet yang ditemukan oleh Badan NASA. Keterlibatan Teleskop Keppler yang berhasil mendeteksi Exoplanet ini membuat Badan NASA semakin yakin bahwa teleskop tersebut mampu untuk menemukan yang lebih lagi dalam menemukan benda-benda langit lainnya. Badan NASA boleh bangga dengan penemuan ini, karena<span id="more-264"></span> ini merupakan penemuan yang kesekian kalinya setelah sebelumnya mereka berhasil mendeteksi keberadaan air dan danau metana yang terdapat di bulan terbesar milik Planet Saturnus yang bernama Titan.</p>
<p>Kelima Exoplanet tersebut masing-masing telah diberi kode dengan penamaan ikut melibatkan nama teleskop yang telah berjasa menemukannya yaitu Keppler 4b, 5b, 6b, 7b, dan 8b. Badan NASA percaya bahwa teleskop yang dianggap &#8220;pahlawan&#8221; itu mampu untuk menemukan sebuah planet yang mirip dengan planet kita ini, Bumi.</p>
<p>Misi ini dilakukan sejak 6 Maret 2009. Saat itu Teleskop Keppler diletakkan pada sebuah Roket Delta II. Roket ini diluncurkan hingga menembus atmosfer. Peluncuran roket tersebut dilakukan di Air Force Station, Tanjung Cannavera. Proyek ini pada awalnya dirancang untuk menemukan sebuah planet yang mirip dengan matahari.</p>
<p>Exoplanet yang ditemukan tersebut memiliki ukuran yang sama dengan Planet Yupiter. Kesamaan ukuran ini menyebabkan exoplanet ini mendapat julukan &#8220;Hot Yupiter&#8221;. Kelima Exoplanet tersebut merupakan planet pertama yang terdeteksi oleh Teleskop Keppler. Waktu orbit exoplanet ini berkisar 3,3 hari sampai 4,9 hari. Sedangkan suhu udaranya mencapai 1.200 hingga 1.650 derajat celcius yang menurut perkiraan mampu untuk melelehkan timah atau besi. Tingginya suhu yang terdapat pada exoplanet membuat planet ini hanya dapat dipantau dari jarak jauh tanpa bisa menjejakkan kaki diatasnya (kecuali bagi yang penasaran <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=264&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2010/01/31/exoplanet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Magic of Deadline</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/30/deadline-make-better/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/30/deadline-make-better/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Deadline atau dikejar target adalah sebuah kata yang memiliki momok menakutkan bagi sebagian orang. Keharusan untuk segera menyelesaikan suatu tugas membuat mereka yang di landa deadline merasa tertekan. Apalagi jika persiapan yang dilakukan belum maksimal dan resiko yang harus ditanggung jika kebobolan deadline cukup mengerikan. Maka hal itu dapat mengakibatkan keringat bercucuran, nafas terengah-engah karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=254&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-260" title="deadline" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2009/06/deadline1-746614.jpg?w=298&#038;h=300" alt="deadline" width="298" height="300" />Deadline atau dikejar target adalah sebuah kata yang memiliki momok menakutkan bagi sebagian orang. Keharusan untuk segera menyelesaikan suatu tugas membuat mereka yang di landa deadline merasa tertekan. Apalagi jika persiapan yang dilakukan belum maksimal dan resiko yang harus ditanggung jika kebobolan deadline cukup mengerikan. Maka hal itu dapat mengakibatkan keringat bercucuran, nafas terengah-engah karena ketergesaan, jantung berpacu dengan cepat, dan pikiran-pikiran negatif terhadap resiko yang akan diterima semakin membayangi pikiran.</p>
<p>Tetapi dibalik momok menakutkan sebuah deadline tersebut sebenarnya <span id="more-254"></span>terdapat sesuatu yang &#8220;ajaib&#8221;. Sebagian besar mereka yang terjebak deadline justru mampu menyelesaikan tugasnya sebelum masa deadline itu tiba. Bahkan mungkin ada yang tidak menyangka bahwa dirinya bisa melakukan hal itu.</p>
<p>Kebiasaan mengerjakan sesuatu pada saat-saat terakhir masa tenggat seperti ini memang tidak dianjurkan. Karena hal ini tentu saja seperti memperbolehkan menunda suatu pekerjaan. Selain itu kebiasaan untuk bertindak diawal waktu menjadi terabaikan.</p>
<p>Walau ada suatu &#8220;keajaiban&#8221; dibalik sebuah deadline, tetapi bukan berarti hal itu bisa didapatkan begitu saja tanpa ada tindakan sedikitpun yang juga merupakan faktor terjadinya &#8220;keajaiban&#8221; tersebut. Keajaiban suatu deadline yang dimaksud adalah dimana seseorang sudah bekerja keras tetapi masih belum memberikan hasil yang maksimal sedangkan batas waktu yang diberikan sudah didepan mata. Kasus seperti inilah yang sering mendapatkan bantuan berupa &#8220;keajaiban&#8221; .</p>
<p>Tak perlu terlalu khawatir jika deadline hampir mendekat sementara kerja keras sudah dilakukan dengan maksimal. Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Hingga dua kali Allah SWT menyebutkan kalimat tersebut didalam Q.S. Al Insyirah. Yakinlah dengan &#8220;keajaiban&#8221; (yang tidak lain merupakan campur tangan-Nya) jika sedang menghadapi suatu deadline sementara sudah bekerja keras  dengan maksimal sebelumnya. Allah SWT tidak pernah mengabaikan bagi hambanya yang bersungguh-sungguh.</p>
<p>Seperti pepatah arab, Man Jadda Wa Jada.  Siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan mendapatkan apa yang diharapkannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=254&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/30/deadline-make-better/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2009/06/deadline1-746614.jpg?w=298" medium="image">
			<media:title type="html">deadline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Renungan</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/05/sebuah-renungan/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/05/sebuah-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 10:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[*Artikel ini bersumber dari email yang saya terima dari salah seorang teman.* Assalamu alaikum warahmatulloh, Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui setiap daun yang berguguran di seluruh bumi ini, akan menyaksikan hamba-hamba- Nya yang khusyuk mengejar petunjuk-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat Taufik dan Hidayah-Nya. Dari Seorang Sahabat Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=248&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Artikel ini bersumber dari email yang saya terima dari salah seorang teman.*</p>
<p>Assalamu alaikum warahmatulloh,</p>
<p>Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui setiap daun yang berguguran di seluruh bumi ini,<br />
akan menyaksikan hamba-hamba- Nya yang khusyuk mengejar petunjuk-Nya.<br />
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat Taufik dan Hidayah-Nya.</p>
<p>Dari Seorang Sahabat</p>
<p>Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja&#8230;<br />
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan<br />
ini&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan</p>
<p>kesempatan membaca email ini.</p>
<p>Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah<br />
lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.<br />
Sesuatu yang bagi<br />
sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan<br />
kematian akan menjemput kita???</p>
<p>berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan<br />
hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal</p>
<p>menunggu waktunya,</p>
<p>semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah&#8230;. amien&#8230;.</p>
<p>Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku<br />
dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar<br />
doa ibuku saat pulang<br />
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam<br />
shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,</p>
<p>apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.</p>
<p>Aku<br />
sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :</p>
<p>&#8220;Alangkah sabarnya mereka&#8230;setiap hari begitu&#8230;benar- benar</p>
<p>mengherankan!</p>
<p>&#8220;Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah<br />
shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk</p>
<p>munajat kepada Allah.</p>
<p>Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang<br />
matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat<br />
selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari</p>
<p>pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.</p>
<p>Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung<br />
beban sebagai orang terasing.</p>
<p>Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur&#8217;an. Tak ada lagi<br />
suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup</p>
<p>sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku<br />
ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga<br />
keamanan<br />
jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.</p>
<p>Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan</p>
<p>semangat dan dedikasi tinggi.</p>
<p>Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan<br />
sering melamun sendirian &#8230; banyak waktu luang &#8230; pengetahuanku</p>
<p>terbatas.</p>
<p>Aku mulai jenuh &#8230; tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku<br />
sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan<br />
orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.</p>
<p>Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah</p>
<p>peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.</p>
<p>Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos<br />
jalan.</p>
<p>Kami asyik ngobrol &#8230; tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan<br />
yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil</p>
<p>bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.<br />
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.<br />
Kejadian yang sungguh<br />
tragis.</p>
<p>Kami<br />
lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya<br />
segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami<br />
cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas</p>
<p>dengan amat mengerikan.</p>
<p>Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.<br />
Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah<br />
&#8220;Laailaaha Illallaah &#8230; Laailaaha Illallaah ..&#8221; perintah temanku.</p>
<p>Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.<br />
Keadaan itu membuatku merinding.</p>
<p>Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat &#8230;</p>
<p>Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku<br />
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah</p>
<p>menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti<br />
ini.</p>
<p>Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.</p>
<p>Tetapi &#8230;. <span id="more-248"></span>keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.</p>
<p>Tak ada gunanya &#8230; Suara lagunya terdengar semakin melemah &#8230;. lemah<br />
dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara<br />
lagi, disusul orang<br />
kedua.</p>
<p>Tak ada gerak &#8230;. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa<br />
mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.</p>
<p>Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening&#8230;</p>
<p>Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat<br />
kematian dan su&#8217;ul<br />
khatimah (kesudahan yang buruk).</p>
<p>Ia berkata &#8220;Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik<br />
atau buruk..</p>
<p>Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya</p>
<p>selama di dunia.</p>
<p>&#8220;Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang<br />
diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana</p>
<p>seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara<br />
lahir batin.</p>
<p>Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang<br />
kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa</p>
<p>kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa<br />
ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat<br />
khusyu&#8217; sekali.</p>
<p>Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.<br />
Aku kembali<br />
pada kebiasaanku semula &#8230; Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang<br />
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi</p>
<p>sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya<br />
lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.</p>
<p>Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua<br />
orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.</p>
<p>Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu &#8230;. sebuah kejadian<br />
menakjubkan kembali<br />
terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai<br />
mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah<br />
terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang</p>
<p>kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,<br />
tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah<br />
belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.</p>
<p>Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama</p>
<p>cepat-cepat menuju tempat kejadian.</p>
<p>Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit<br />
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya<br />
begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,</p>
<p>sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika<br />
kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang<br />
keluar dari mulutnya.</p>
<p>Ia melantunkan ayat-ayat suci<br />
Al-Qur&#8217;an &#8230; dengan suara amat lemah.</p>
<p>&#8220;Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat<!--more--></p>
<p>melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur&#8217;an ? Darah mengguyur seluruh<br />
pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi</p>
<p>seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dengan suaranya<br />
yang merdu.</p>
<p>Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur&#8217;an seindah itu.<br />
Dalam batin aku bergumam sendirian &#8220;Aku akan menuntunnya membaca</p>
<p>syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu &#8230; apalagi<br />
aku sudah punya pengalaman.&#8221; aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan<br />
kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur&#8217;an yang</p>
<p>merdu itu.</p>
<p>Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke<br />
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.</p>
<p>Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya<br />
terkulai, aku melompat ke belakang.</p>
<p>Kupegang tangannya, degup jantungnya,<br />
nafasnya, tidak ada yang terasa.<br />
Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku<br />
menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.</p>
<p>Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak</p>
<p>kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus<br />
menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul<br />
sangat mengharukan. ..Sampai di rumah sakit &#8230;..Kepada orang-orang di</p>
<p>sana , kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa<br />
menjelang kematiannya yang menakjubkan.</p>
<p>Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit<br />
yang meneteskan air mata.</p>
<p>Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri</p>
<p>jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk<br />
tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan<br />
dishalatkan. . Mereka ingin memberi penghormatan<br />
terakhir kepada<br />
jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.</p>
<p>Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut<br />
mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. .</p>
<p>Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya</p>
<p>almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia<br />
lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda,<br />
anak yatim dan orang-orang miskin.</p>
<p>Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula,</p>
<p>buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa<br />
membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk<br />
dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa</p>
<p>permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.</p>
<p>Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada<br />
satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi<br />
kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan</p>
<p>pertaubatan.</p>
<p>Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan<br />
amal-amal yang nyata : &#8220;memperbaiki diri dan mengajak orang lain &#8220;</p>
<p>Allah Swt berfirman: &#8220;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan</p>
<p>sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang<br />
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh<br />
ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan</p>
<p>yang memperdayakan. &#8221; (QS. Al-Imran:185)</p>
<p>Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, &#8220;Barangsiapa yang<br />
lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.&#8221;</p>
<p>Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita<br />
menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah</p>
<p>SWT.</p>
<p>Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian<br />
dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan<br />
untuk menghadapinya.</p>
<p>Note : amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang<br />
terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.</p>
<p>Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau<br />
tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau</p>
<p>mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu<br />
berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia<br />
akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.</p>
<p>Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku</p>
<p>seiman pada umumnya.</p>
<p>Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian,</p>
<p>INFORMASI PENERBANGAN GRATIS<br />
AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM</p>
<p>Bila kita akan &#8216;berangkat&#8221; dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.<br />
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur<br />
penerbangan,<br />
tetapi melalui Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist.<br />
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines,</p>
<p>atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.</p>
<p>Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak<br />
lebih dan tak kurang.<br />
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya,<br />
akan<br />
tetapi kain kafan putih.<br />
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.</p>
<p>Di mana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.<br />
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi &#8216;Laailaahaillallah&#8217;<br />
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.</p>
<p>Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar<br />
kain yang diwangikan.</p>
<p>Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport<br />
atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.<br />
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,</p>
<p>tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita.<br />
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa<br />
apakah kita<br />
layak ke tujuan yang diidamkan.<br />
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.<br />
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah</p>
<p>Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya<br />
atau Neraka Jahannam.</p>
<p>Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.<br />
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan<br />
masalah alergi atau halal haram makanan.</p>
<p>Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat<br />
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.</p>
<p>Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda telah<br />
hilang selera bersuka ria.</p>
<p>Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di<br />
booking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.</p>
<p>YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.</p>
<p>Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.<br />
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!<br />
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa &#8216;Pemberitahuan&#8217; .</p>
<p>Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. &#8230;.<br />
Saat penerbangan anda berangkat&#8230; tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu</p>
<p>&#8216;Alallah, atau ungkapan selamat jalan.<br />
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun&#8230;.<br />
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.</p>
<p>ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?</p>
<p>&#8216;Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan<br />
kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk</p>
<p>menghadapinya. &#8216;</p>
<p>ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga&#8230;</p>
<p>Amiin</p>
<p>WALLAHU A&#8217;LAM</p>
<p>Catatan:<br />
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur&#8230; tanpa kecuali, maka</p>
<p>perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini&#8230;.. sangat tidak bijak<br />
dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.</p>
<p>SUARA YANG DIDENGAR MAYAT<br />
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:</p>
<p>1. Keluarga<br />
2. Hartanya</p>
<p>3. Amalnya</p>
<p>Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;<br />
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali</p>
<p>2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.</p>
<p>Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad&#8230;Terdengarla h Suara Dari Langit</p>
<p>Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..<br />
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu</p>
<p>Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.&#8221;<br />
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. . ..Terdengar Dari Langit</p>
<p>Suara Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah</p>
<p>Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara<br />
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa<br />
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Siap Dikafan&#8230; Suara Dari Langit Terdengar Memekik,&#8221;Wahai</p>
<p>Fulan Anak Si Fulan<br />
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha<br />
Celakalah Apabila Kau<br />
Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal<br />
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya</p>
<p>Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat<br />
Diusung. &#8230; Terdengar Dari Langit Suara Memekik, &#8220;Wahai<br />
Fulan Anak Si Fulan..<br />
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan</p>
<p>Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat<br />
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Siap Dishalatkan. &#8230;Terdengar Dari Langit Suara Memekik,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..<br />
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat<br />
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik</p>
<p>Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.&#8221;</p>
<p>Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat&#8230;.terdengar Suara Memekik Dari<br />
Langit,&#8221;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;</p>
<p>Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk<br />
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;.<br />
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis</p>
<p>Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka<br />
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.&#8221;</p>
<p>Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian&#8230; .Allah Berkata<br />
Kepadanya, &#8220;Wahai Hamba-Ku&#8230;. .</p>
<p>Kini Kau Tinggal Seorang Diri<br />
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat</p>
<p>Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..<br />
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri</p>
<p>Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku<br />
Hari Ini,&#8230;.</p>
<p>Akan Kutunjukan Kepadamu<br />
Kasih Sayang-Ku</p>
<p>Yang Akan Takjub Seisi Alam<br />
Aku Akan Menyayangimu</p>
<p>Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya&#8221;.</p>
<p>Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, &#8220;Wahai Jiwa Yang Tenang<br />
Kembalilah Kepada Tuhanmu<br />
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya</p>
<p>Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku<br />
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku&#8221;</p>
<p>Anda Ingin Beramal Shaleh&#8230;?</p>
<p>Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda<br />
Kenal&#8230;!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi<br />
kita dalam menjalani hidup<br />
ini.</p>
<p>Rasulullah SAW.<br />
menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut)<br />
dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda &#8220;wakafa bi almauti<br />
wa&#8217;idha&#8221;, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!</p>
<p>Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin&#8230;..</p>
<p>Sebarkan e-mail dakwah ini ke 5 orang terdekat Anda, dan mintalah mereka<br />
untuk melakukan hal yang sama. Mari berlomba dalam kebaikan.</p>
<p>Jazakumullah khairan katsiran</p>
<p>Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=248&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/06/05/sebuah-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Presiden Akhirat</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/05/24/menanti-presiden-akhirat/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/05/24/menanti-presiden-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 10:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[3 pasangan calon presiden RI telah ditetapkan. Rata-rata usia para calon tersebut diatas lima puluh tahun. Calon termuda adalah Prabowo Subianto yang berusia 58 tahun. Sedangkan calon tertuanya adalah Jusuf Kalla dengan usia 68 tahun. Dari semua calon tersebut, yang memiliki harta terbanyak adalah Prabowo Subianto dengan nilai Rp. 1,7 trilyun. Sedangkan SBY merupakan calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=241&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>3 pasangan calon presiden RI telah ditetapkan. Rata-rata usia para calon tersebut diatas lima puluh tahun. Calon termuda adalah Prabowo Subianto yang berusia 58 tahun. Sedangkan calon tertuanya adalah Jusuf Kalla dengan usia 68 tahun. Dari semua calon tersebut, yang memiliki harta terbanyak adalah Prabowo Subianto dengan nilai Rp. 1,7 trilyun. Sedangkan SBY merupakan calon yang memiliki harta paling sedikit yaitu sekitar 7 Miliar. Tiga orang calon yaitu Prabowo Subianto, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan calon yang berlatar belakang seorang purnawirawan.</p>
<p>Ketiga pasangan calon tersebut berlomba-lomba untuk mendapatkan dukungan dari rakyat. Kursi nomor satu RI memang menggiurkan untuk ditempati, sehingga banyak petinggi negara<span id="more-241"></span> yang berharap bisa mendudukinya. Mereka lupa (atau pura-pura lupa) akan beban berat yang ditanggung di akhirat kelak.</p>
<p>Jarang sekali ditemukan para petinggi negara yang melakukan tugas kepemerintahan dengan orientasi ukhrawi. Rata-rata mereka lebih mementingkan kepentingan duniawi. Kekuasaan diperebutkan bagai memperebutkan sebuah kue tart yang lezat. Mereka tidak peduli dengan pesaing lainnya, bahkan saling menjatuhkan. Pikiran mereka hanya tertuju pada “kue tart” yang menggiurkan tersebut.</p>
<p>Apakah masih ada didunia ini orang yang tidak lapar akan kekuasaan? Jawabnya Ada. Walau jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Nik Aziz Nik Mat adalah salah satu orang langka tersebut. Dia adalah seorang Menteri Besar Kelantan, Malaysia. Walaupun status sebagai Menteri Besar disandangnya, namun kehidupannya sangat sederhana. Rumah dinas yang diperolehnya digunakan hanya untuk menyambut tamu negara. Sedangkan rumah yang ditempatinya bersama keluarga berupa rumah kayu.</p>
<p>Seorang Menteri Besar seperti Nik Aziz Nik Mat sudfah tentu memiliki gaji yang besar. Namun gajinya yang besar tersebut lebih banyak dipergunakannya untuk kepentingan pendidikan, seperti beasiswa pelajar Malaysia. Seorang politikus Malaysia yang pernah bertemu dengannya mengatakan bahwa ia melihat pena plastik yang digunakan oleh Menteri Besar tersebut sama persis seperti pena yang digunakannya pada saat pertama kali bertemu sembilan tahun yang lalu. Ternyata ia tidak pernah menekan penanya pada aat menulis. Ketika ditanyakan mengenai hal itu, Sang Mentri Besar Menjawab, “untuk menghemat tinta”.</p>
<p>Dalam pidatonya, Nik Aziz Nik Mat seringkali mengingat tentang kehidupan setelah mati. Sementara para petinggi negara lainnya terlalu sibuk mengurusi permasalahan ekonomi, politik, bahkan gaji yang diperoleh. Sehingga lupa akan kepentingan akhirat yang merupakan pondasi utama dari suatu system pemerintahan.</p>
<p>Seandainya para calon presiden Indonesia menyadari akan tanggung jawab yang akan dipikulnya di akhirat kelak, tentu mereka akan sangan berhati-hati dalam mengurus rakyatnya. Mereka akan sangat ketakutan jika masih ada rakyat yang menderita akibat kepemimpinan mereka. Seperti Umar bin Khatab yang pernah mendapatkan rakyatnya yang menderita pada saat ia berkuasa, sehingga ia turun tangan sendiri untuk membantu rakyatnya tersebut. Bahkan sang rakyat yang menderita tersebut tidak menyadari bahwa yang telah menolongnya adalah orang nomor satu dinegaranya karena penampilan Umar yang sangat sederhana.</p>
<p>Memang tidak mudah mengurus suatu negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan wilayah yang luas seperti Indonesia. Jangankan untuk mengurus negara, bahkan mengurus keluarga saja terkadang masih setengah-setengah. Tetapi jika memang ada niat yang baik untuk menjadi seorang pemimpin dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat, insya Allah dipermudahkan oleh-Nya dalam mengurus negara. Kalau memang belum sanggup untuk menjadi seorang pemimpin, lebih serahkan kepada orang yang bias dipercaya.</p>
<p>Semoga saja Presiden Republik Indonesia yang mendapatkan kepaercayaan rakyat untuk memimpin negarta ini nanti, mampu melakukan tugasnya dengan baik. Tidak hanya masalah keduniaan, tetapi juga masalah kehidupan setelah mati yang merupakan kehidupan sebenarnya. Wallahu a’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=241&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/05/24/menanti-presiden-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu yang Berlalu</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/04/26/waktu-yang-berlalu/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/04/26/waktu-yang-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 13:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/2009/04/26/waktu-yang-berlalu/</guid>
		<description><![CDATA[24 jam waktu yang diberikan kepada setiap manusia di dunia. Waktu 24 jam tersebut digunakan dengan cara yang berbeda-beda. Tergantung dari kebutuhan manusia itu sendiri. Penggunaan waktu tersebut dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, waktu yang digunakan adalah untuk ha-hal yang bermanfaat. Kedua, waktu yang digunakan untuk sesuatu yang sia-sia. Orang yang berhasil dalam hidupnya memanfaatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=239&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>24 jam waktu yang diberikan kepada setiap manusia di dunia. Waktu 24 jam tersebut digunakan dengan cara yang berbeda-beda. Tergantung dari kebutuhan manusia itu sendiri. Penggunaan waktu tersebut dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, waktu yang digunakan adalah untuk ha-hal yang bermanfaat. Kedua, waktu yang digunakan untuk sesuatu yang sia-sia.</p>
<p>Orang yang berhasil dalam hidupnya memanfaatkan waktu yang dimiliki menggunakan tipe pertama tersebut. Namun sebaliknya, tipe kedua merupakan jenis penggunaan waktu yang dapat merusak masa depan seseorang. Penggunaan waktu dengan kegiatan yang sia-sia berakibat memunculkan efek bola salju penyesalan yang pada suatu saat akan membebani hidupnya.</p>
<p>Sebuah penyesalan selalu muncul pada akhir dari suatu cerita. Tidak pernah didepan. Tidak ada penyesalan yang muncul pada awal cerita. Mustahil. Kecuali &#8220;Penyesalan Bayangan&#8221; (akan dijelaskan selanjutnya).<span id="more-239"></span></p>
<p>Penyesalan merupakan sebuah kata yang memiliki relasi erat dengan suatu kegiatan yang dilakukan tidak berasaskan manfaat. Sebuah kegiatan yang dilakukan hanya untuk memuaskan hasrat keinginan yang tidak ada nilai manfaat sedikitpun. Hanya kesenangan sesaat. Justru akan menimbulkan kemelaratan berkepanjangan. Kecuali bagi orang-orang yang mau menyadarinya dan beralih pada jalur yang benar.</p>
<p>Perencanaan dalam menjalani hidup sangat diperlukan bagi seorang manusia. Agar kehidupan yang dijalani jelas arah dan tujuannya. Setiap hari yang dilewati terhindar dari kehambaran hidup. Ibarat sayur yang dibumbui dengan garam yang cukup. Hidup jadi lebih terasa. Penuh dengan harapan dan impian yang pasti.</p>
<p>Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam merencanakan hidupnya. Pun dalam hal tujuan yang ingin dicapai. Keanekaragaman bakat yang dimiliki oleh manusia menyebabkan perbedaan manusia dalam memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita atau impian yang berbeda mengakibatkan cara memperoleh cita-cita tersebut berbeda pula. Tetapi intinya tetap sama. Yaitu sama-sama menggunakan waktu yang tersedia dengan hal-hal yang bermanfaat dan menurut cara terbaik yang diketahui.</p>
<p>Jika orang yang melakukan aktifitas kehidupannya dengan sesuatu yang sia-sia akam menghadirkan penyesalan pada akhir cerita, maka orang yang sangat menghargai waktu yang dimiliknya mendapatkan &#8216;Penyesalan&#8217; pada awal cerita atau disebut dengan Penyesalan Bayangan.</p>
<p>Penyesalan bayangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi datangnya penyesalan sebenarnya dengan cara membayangkan akibat-akibat buruk yang diperoleh jika melakukan sesuatu kegiatan yang penuh dengan kesia-siaan. Tipe orang seperti ini lebih mengedepankan. Mereka adalah manusia yang mau berfikir. Setiap perbuatan yang akan dilakukan selalu dipertimbangkan dengan baik agar tidak terjatuh kedalam jurang kehancuran.</p>
<p>Nilai sebuah waktu tidak dapat ditukar dengan sejumlah uang. Ia lebih berharga. Bahkan lebih berharga dari sebuah emas bernilai tinggi sekalipun. Untuk itu, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya tidak pernah mau menyia-nyiakan waktu yang diberikan untuknya. Waktu 24 jam yang diberikan kepada mereka dimanfaatkan dengan sebaik mungkin semampu yang mereka bisa. 24 jam tersebut tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang berhasil tersebut. Tetapi juga kepada kita. Kepada semua manusia di bumi ini. tanpa terkecuali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=239&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/04/26/waktu-yang-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lowongan Pertamina 2009</title>
		<link>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/03/08/lowongan-pertamina-2009/</link>
		<comments>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/03/08/lowongan-pertamina-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 00:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inovadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlifadli.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Pertamina memberikan kesempatan kepada lulusan D3, S1, dan S2 baik yang fresh graduated maupun experienced untuk ikut serta dalam proses rekrutmen pertamina 2009. Banyak sekali posisi yang ditawarkan dari berbagai jurusan diantaranya, Teknik Informatika, Ekonomi (semua jurusan), Hukum, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan masih banyak lagi jurusan lainnya (lihat daftar). Bagi Fresh Graduated diberikan kesempatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=226&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-227" title="pertamina" src="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2009/03/pertamina2.jpg?w=300&#038;h=294" alt="pertamina" width="300" height="294" />Pertamina memberikan kesempatan kepada lulusan D3, S1, dan S2 baik yang <span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://pertamina.ppm-rekrutmen.com/index_fresh_graduate.php" target="_blank">fresh graduated</a></strong></span> maupun <span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://pertamina.ppm-rekrutmen.com/index_experience.php" target="_blank">experienced</a></strong></span> untuk ikut serta dalam proses rekrutmen pertamina 2009. Banyak sekali posisi yang ditawarkan dari berbagai jurusan diantaranya, Teknik Informatika, Ekonomi (semua jurusan), Hukum, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan masih banyak lagi jurusan lainnya (lihat daftar).</p>
<p>Bagi Fresh Graduated diberikan kesempatan untuk ikut proses rekrutmen ini dalam beberapa gelombang. untuk gelombang pertama akan ditutup pada tanggal 23 Maret 2009. Dan pengumuman lulus administrasi akan di umumkan pada tanggal 30 Maret 2009.</p>
<p>Proses rekrutmen bagi Freshgraduated akan diadakan sepanjang tahun. Untuk proses rekrutmen gelombang kedua akan diadakan setelah tanggal 30 Maret 2009.</p>
<p>Untuk melakukan pendaftaran harus secara online. Pendaftaran dapat dilakukan pada website yang tertera dibawah ini.<br />
<a href="http://pertamina.ppm-rekrutmen.com"><br />
</a></p>
<h3><a href="http://pertamina.ppm-rekrutmen.com"><strong>www.pertamina.ppm-rekrutmen.com</strong></a></h3>
<p><strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlifadli.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlifadli.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlifadli.wordpress.com&amp;blog=4153377&amp;post=226&amp;subd=fadlifadli&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlifadli.wordpress.com/2009/03/08/lowongan-pertamina-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8b1920621f57344d4c845feb5e3675c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inovadli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlifadli.files.wordpress.com/2009/03/pertamina2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pertamina</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
