RSS

Tanjungbatu is my lovely city (Part Two)

07 Jul

Pada bagian sebelumnya telah diceritakan beberapa hal tentang Tanjungbatu, diantaranya tentang pantai-pantainya dan bahasa yang digunakan. Selain itu Tanjungbatu juga menempati posisi yang strategis yaitu jarak yang dekat dengan dua negara. Untuk menuju Singapura dibutuhkan waktu 1 jam-an dengan menggunakan Ferry. Sedangkan jarak dengan Malaysia dibutuhkan waktu sekitar 2 jam-an dengan menggunakan Ferry tentunya. Karena Tanjungbatu berbentuk kepulauan yang dipisah oleh lautan maka jangan coba-coba untuk menggunakan mobil kalau mau ke Batam, Singapura atau Malaysia!

Karena jaraknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, maka siaran-siaran televisi maupun radio yang dipunyai oleh kedua negara tersebut dapat pula dinikmati oleh Tanjungbatu (Asik kan.. ). Kalau warga ibukota alias jakarta hanya dapat menikmati Doraemon versi Bahasa Indonesia, maka Tanjungbatu bisa menikmati Doraemon dalam tiga versi bahasa yaitu Bahasa Mandarin yang disiarin tv singapura dan versi Bahasa Melayu yang ditayangkan tv Malaysia.

Anak-anak muda Tanjungbatu (pada jaman saya) lebih menyukai musik-musik dari penyanyi Malaysia daripada Indonesia. Band-band yang digandrungi anak muda pada jaman itu seperti Iklim (bukan cuaca), Slam, Exist, dll. Bagi saya pribadi jika saya mendengar musik-musik dari negara jiran itu saya jadi teringat dengan Tanjungbatu yang keren itu (ya iyalah). Teringat kenangan-kenangan masa kecil saya bersama teman-teman. Rasanya pengin pinjam mesin waktunya Doraemon agar bisa kembali kemasa-masa kecil dulu.

Namun walau bagaimanapun juga lagu-lagu dari indonesia tetap ada pengaruhnya di Tanjungbatu. Band-band dari Indonesia yang digemari anak muda Tanjungbatu (pada jaman saya) yaitu seperti Base Jam, Jamrud, Boomerang, dll. Kalo saya sendiri dulunya penggemar Base Jam (penggemar Jam yg merknya Base mksdny).
Namun sekitar tahun 2000-an lagu-lagu dari Indonesia sudah mulai merambah hati banyak anak muda. Bahkan anak-anak SD pun ikut-ikutan terkena pengaruh musik-musik orang gede itu. Dan yang lebih anehnya lagi seorang balita berusia 3 Tahun tetangga saya lumayan lancar melantunkan tembangnya Band Matta yang populer itu.
Walau bagaimanapun Tanjungbatu tetaplah Indonesia. Indonesia tercinta. Tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri. Jadi pandu ibuku. Loh kok malah jadi nyanyi?!!?

kalo sedang melancong ke Singapura, Malaysia, atau Batam jangan lupa mampir ke Tanjungbatu yak!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2008 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: