RSS

Mulai dari Akhir

12 Jul

Setiap orang pasti mempunyai keinginan. apapun bentuk keinginannya. seperti ingin menerbitkan buku, ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, ingin mengunjungi suatu tempat yang selama ini diimpikan. Juga banyak orang yang ingin menguasai suatu keahlian tertentu seperti ingin bisa bermain alat musik (gitar, piano, biola, dll), ingin menguasai bahasa tertentu (arab, inggris, jepang, dll), ingin mahir dalam suatu pelajaran (matematika, biologi, fisika, dll), dan banyak lagi keinginan-keinginan lain yang menjadi harapan seseorang untuk bisa memperolehnya. Tapi keinginan utama dari yang paling utama tentu saja memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Albert Einstein mengatakan “Imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan”. Hal ini bukan berarti kita disuruh mendapatkan sesuatu dengan hanya berimajinasi tanpa ada ikhtiar. Tapi dengan melakukan proses imajinasi maka motivasi untuk berikhtiar akan lebih kuat.

Imajinasi tidak sama dengan mengkhayal. Imajinasi yang dimaksud disini merupakan perbuatan dimana seseorang memgbayangkan apa yang menjadi tujuannya dalam pikirannya. Misal, seseorang yang ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri, maka sebelum beasiswa itu belum benar-benar ia dapatkan ia dapat mewujudkannya dalam pikirannya bahwa ia telah mendapatkannya.

Mulai dari membayangkan mendapatkan skor TOEFL 550 yang merupakan syarat untuk mendapatkan beasiswa hingga membayangkan namanya tercantum dalam daftar orang-orang yang diterima untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri tersebut.

Usahakan sedetail mungkin gambaran imajinasi dalam pikiran. Misal jangan hanya membayangkan nilai TOEFL yang tinggi, tapi tidak tahu berapa skornya. Tetapi bayang kan sedetail mungkin nilai TOEFL tersebut misal 560.Juga dalam hal membayangkan nama kita yang tercantum dalam daftar penerima beasiswa yang diterima. bayangkan nomor urutnya secara detail, misal nama kita tercantum pada nomor urut 18. begitu juga dengan tempat, waktu, dan hal-hal yang mendukung lainnya.

rasakan juga emosi bahagia ketika kita diterima untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Libatkan emosi dalam melakukan imajinasi. Karena dengan adanya emosi maka motivasi untuk mendapatkan tujuan tersebut akan lebih besar.

Perbuatan ini bukan berarti kita pasti akan mendapatkan apa yang kita inginkan dengan hanya membayangkannya saja. Karena semua ketentuan hanya ada pada kehendak Allah SWT. Hal ini dilakukan adalah untuk menumbuhkan motivasi dalam diri agar kita semakin dekat dengan apa yang diharapkan tersebut.

Aktor Jim Carey sebelum menjadi aktor terkenal ia pernah melakukan teknik imajinasi (visualisasi) seperti ini. Pada selembar cek ia tuliskan tanggal dan nilai cek sedetail mungkin. cek tersebut merupakan harapannya untuk mendapatkan honor dari hasil bermain film. Lalu ia membayangkan seolah-olah ia telah menjadi aktor terkenal. hal ini dilakukannya pada sebuah bukit yang nyaman agar mendukung dalam proses imajinasinya.

beberapa tahun kemudian setelah ia melakukan hal itu, ia dikontrak oleh sebuah production house untuk bermain film. yang lebih mengherankan tanggal yang ia tulis pada selembar cek yang pernah ia tuliskan beberapa tahun yang lalu tidak jauh berbeda dengan tanggal ketika ia dikontrak untuk bermain film.

Tidak lupa penulis mengingatkan bahwa seharusnya kita tidak lupa pula untuk mencapai keinginan-keinginan yang bermakna ukhrawi. Karena walau bagaimanapun sesuatu yang diperoleh di dunia ini jika tidak disertai dengan keridhoan-Nya tidak akan berarti apa-apa.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 12, 2008 in Motivasi, Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: