RSS

Ketika Ban Motor Bocor Diwaktu Malam Ditengah Hutan

16 Aug

Hari sabtu, 9 Agustus 2008 Aku dan temanku, Abe, melakukan perjalanan ke Purworejo. Tujuan kami adalah menuju ke rumah teman yang bersamaku itu (Abe) yang memang asli Purworejo. Dari kos-kosan berangkat beberapa menit sebelum adzan maghrib dikumandangkan. Setelah melakukan perjalanan sejauh 10 kilometer dari kos, kami mampir sejenak ke Masjid Uswatun Hasanah, yang terletak disekitar perempatan kentungan, untuk menunaikan yang tidak boleh ditinggalkan, sholat maghrib.

Setelah me-refresh-kan diri dengan sholat, perjalanan ke Purworejo dilanjutkan. Perutku yang tidak bisa diajak kompromi karena lapar yang sudah memberat mendorong kami untuk singgah di rumah makan. Karena rumah makan yang direkomendasikan Abe cukup jauh membuat Aku harus bersabar untuk menahan rasa lapar.
Akhirnya kesabaranku terbalas juga. Rumah makan yang dimaksud Abe sudah didepan mata. Perutku pun terisi dengan makanan yang sangat dihindari oleh sebagian orang, khususnya para wanita, Tongseng Kambing! Akupun menyantap Tongseng Kambing yang dihidangkan dengan lahap. (Enak banget :D).
Setelah perutku diisi ”bensin” (baca: makanan. Gila aja minum bensin ;P) petualangan pun diteruskan. Semangat jadi bertambah setelah mampir dirumah makan tadi. Malam semakin menghitam. Pandangan pun butuh bantuan cahaya lampu. Di kanan-kiri terhampar hutan nan luas tanpa ada satu hunian pun. Jalanan penuh perbukitan sehingga butuh tarikan yang kuat dari sepeda motor yang kami naiki. Tikungan- tikungan tajam memperingatkan kami untuk berhati-hati.
Untungnya temanku itu sudah terbiasa melalui jalan tersebut sehingga aku tidak perlu terlalu khawatir. Tiba-tiba ban belakang motor terasa ada yang aneh. Terasa tidak seperti biasa. Ternyata Abe juga meraskan hal yang sama. Ban motor bocor!
Kami bingung. Pada saat malam-malam seperti ini ditengah hutan pula tentu sangat sulit untuk menemukan bengkel tambal ban. Telepon genggam menjadi solusi. Segera Abe menghubungi adiknya yang di Purworejo. Ternyata pulsa Abe habis. Beralih ke hapeku. Ternyata hapeku eror. Tidak bisa dipakai. Hiks.
Kartuku yang masih memiliki pulsa dikombinasikan dengan hape Abe yang masih sehat. Akhirnya adik Abe yang di Purworejo bisa dihubungi. Alhamdulillah. walau ban motor masih bocor namun paling tidak adik Abe sudah dihubungi. Sambil menunggu bantuan dari adik abe, kami melanjutkan perjalanan perlahan-lahan sambil menyeret motor (ppfuuhh).
Tampak cahaya sepeda motor didepan mata kami melaju secara perlahan. Sepertinya itu adalah orang yang dinanti-nantikan. Benar, itu adik Abe. Perjalanan pun diteruskan. Motor yang bocor dikendarai adik Abe. Karena berat badannya yang lebih ringan dari kami dengan sadar ia menawarkan diri mengendarai sepeda motor yang bocor itu.
Setelah gagal mendatangi beberapa tempat untuk dimintai pertolongan, akhirnya kami menemukan tukang tambal ban. Adik abe yang sudah membantu kami pulang terlebih dahulu karena ada urusan lain. Aku dan Abe menunggui motor yang sedang ditambal.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya motor tersebut dapat berfungsi kembali. Kami melanjutkan perjalanan. Rasa lega menghinggap dihati. Syukur yang teramat sangat terucap dari hati yang paling dalam. Alhamdulillahirabbil’aalamiin.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on August 16, 2008 in Uncategorized

 

One response to “Ketika Ban Motor Bocor Diwaktu Malam Ditengah Hutan

  1. cahbagoz

    December 4, 2008 at 3:32 pm

    halo choy, abe disini…
    pa kabar, sory bannya bocor…
    hik, dli ni blogku

    kunjungi cahbagoz.wordpress.com

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: