RSS

Waktu yang Berlalu

26 Apr

24 jam waktu yang diberikan kepada setiap manusia di dunia. Waktu 24 jam tersebut digunakan dengan cara yang berbeda-beda. Tergantung dari kebutuhan manusia itu sendiri. Penggunaan waktu tersebut dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, waktu yang digunakan adalah untuk ha-hal yang bermanfaat. Kedua, waktu yang digunakan untuk sesuatu yang sia-sia.

Orang yang berhasil dalam hidupnya memanfaatkan waktu yang dimiliki menggunakan tipe pertama tersebut. Namun sebaliknya, tipe kedua merupakan jenis penggunaan waktu yang dapat merusak masa depan seseorang. Penggunaan waktu dengan kegiatan yang sia-sia berakibat memunculkan efek bola salju penyesalan yang pada suatu saat akan membebani hidupnya.

Sebuah penyesalan selalu muncul pada akhir dari suatu cerita. Tidak pernah didepan. Tidak ada penyesalan yang muncul pada awal cerita. Mustahil. Kecuali “Penyesalan Bayangan” (akan dijelaskan selanjutnya).

Penyesalan merupakan sebuah kata yang memiliki relasi erat dengan suatu kegiatan yang dilakukan tidak berasaskan manfaat. Sebuah kegiatan yang dilakukan hanya untuk memuaskan hasrat keinginan yang tidak ada nilai manfaat sedikitpun. Hanya kesenangan sesaat. Justru akan menimbulkan kemelaratan berkepanjangan. Kecuali bagi orang-orang yang mau menyadarinya dan beralih pada jalur yang benar.

Perencanaan dalam menjalani hidup sangat diperlukan bagi seorang manusia. Agar kehidupan yang dijalani jelas arah dan tujuannya. Setiap hari yang dilewati terhindar dari kehambaran hidup. Ibarat sayur yang dibumbui dengan garam yang cukup. Hidup jadi lebih terasa. Penuh dengan harapan dan impian yang pasti.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam merencanakan hidupnya. Pun dalam hal tujuan yang ingin dicapai. Keanekaragaman bakat yang dimiliki oleh manusia menyebabkan perbedaan manusia dalam memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita atau impian yang berbeda mengakibatkan cara memperoleh cita-cita tersebut berbeda pula. Tetapi intinya tetap sama. Yaitu sama-sama menggunakan waktu yang tersedia dengan hal-hal yang bermanfaat dan menurut cara terbaik yang diketahui.

Jika orang yang melakukan aktifitas kehidupannya dengan sesuatu yang sia-sia akam menghadirkan penyesalan pada akhir cerita, maka orang yang sangat menghargai waktu yang dimiliknya mendapatkan ‘Penyesalan’ pada awal cerita atau disebut dengan Penyesalan Bayangan.

Penyesalan bayangan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi datangnya penyesalan sebenarnya dengan cara membayangkan akibat-akibat buruk yang diperoleh jika melakukan sesuatu kegiatan yang penuh dengan kesia-siaan. Tipe orang seperti ini lebih mengedepankan. Mereka adalah manusia yang mau berfikir. Setiap perbuatan yang akan dilakukan selalu dipertimbangkan dengan baik agar tidak terjatuh kedalam jurang kehancuran.

Nilai sebuah waktu tidak dapat ditukar dengan sejumlah uang. Ia lebih berharga. Bahkan lebih berharga dari sebuah emas bernilai tinggi sekalipun. Untuk itu, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya tidak pernah mau menyia-nyiakan waktu yang diberikan untuknya. Waktu 24 jam yang diberikan kepada mereka dimanfaatkan dengan sebaik mungkin semampu yang mereka bisa. 24 jam tersebut tidak hanya diberikan kepada orang-orang yang berhasil tersebut. Tetapi juga kepada kita. Kepada semua manusia di bumi ini. tanpa terkecuali.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2009 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: