RSS

Menanti Presiden Akhirat

24 May

3 pasangan calon presiden RI telah ditetapkan. Rata-rata usia para calon tersebut diatas lima puluh tahun. Calon termuda adalah Prabowo Subianto yang berusia 58 tahun. Sedangkan calon tertuanya adalah Jusuf Kalla dengan usia 68 tahun. Dari semua calon tersebut, yang memiliki harta terbanyak adalah Prabowo Subianto dengan nilai Rp. 1,7 trilyun. Sedangkan SBY merupakan calon yang memiliki harta paling sedikit yaitu sekitar 7 Miliar. Tiga orang calon yaitu Prabowo Subianto, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan calon yang berlatar belakang seorang purnawirawan.

Ketiga pasangan calon tersebut berlomba-lomba untuk mendapatkan dukungan dari rakyat. Kursi nomor satu RI memang menggiurkan untuk ditempati, sehingga banyak petinggi negara yang berharap bisa mendudukinya. Mereka lupa (atau pura-pura lupa) akan beban berat yang ditanggung di akhirat kelak.

Jarang sekali ditemukan para petinggi negara yang melakukan tugas kepemerintahan dengan orientasi ukhrawi. Rata-rata mereka lebih mementingkan kepentingan duniawi. Kekuasaan diperebutkan bagai memperebutkan sebuah kue tart yang lezat. Mereka tidak peduli dengan pesaing lainnya, bahkan saling menjatuhkan. Pikiran mereka hanya tertuju pada “kue tart” yang menggiurkan tersebut.

Apakah masih ada didunia ini orang yang tidak lapar akan kekuasaan? Jawabnya Ada. Walau jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Nik Aziz Nik Mat adalah salah satu orang langka tersebut. Dia adalah seorang Menteri Besar Kelantan, Malaysia. Walaupun status sebagai Menteri Besar disandangnya, namun kehidupannya sangat sederhana. Rumah dinas yang diperolehnya digunakan hanya untuk menyambut tamu negara. Sedangkan rumah yang ditempatinya bersama keluarga berupa rumah kayu.

Seorang Menteri Besar seperti Nik Aziz Nik Mat sudfah tentu memiliki gaji yang besar. Namun gajinya yang besar tersebut lebih banyak dipergunakannya untuk kepentingan pendidikan, seperti beasiswa pelajar Malaysia. Seorang politikus Malaysia yang pernah bertemu dengannya mengatakan bahwa ia melihat pena plastik yang digunakan oleh Menteri Besar tersebut sama persis seperti pena yang digunakannya pada saat pertama kali bertemu sembilan tahun yang lalu. Ternyata ia tidak pernah menekan penanya pada aat menulis. Ketika ditanyakan mengenai hal itu, Sang Mentri Besar Menjawab, “untuk menghemat tinta”.

Dalam pidatonya, Nik Aziz Nik Mat seringkali mengingat tentang kehidupan setelah mati. Sementara para petinggi negara lainnya terlalu sibuk mengurusi permasalahan ekonomi, politik, bahkan gaji yang diperoleh. Sehingga lupa akan kepentingan akhirat yang merupakan pondasi utama dari suatu system pemerintahan.

Seandainya para calon presiden Indonesia menyadari akan tanggung jawab yang akan dipikulnya di akhirat kelak, tentu mereka akan sangan berhati-hati dalam mengurus rakyatnya. Mereka akan sangat ketakutan jika masih ada rakyat yang menderita akibat kepemimpinan mereka. Seperti Umar bin Khatab yang pernah mendapatkan rakyatnya yang menderita pada saat ia berkuasa, sehingga ia turun tangan sendiri untuk membantu rakyatnya tersebut. Bahkan sang rakyat yang menderita tersebut tidak menyadari bahwa yang telah menolongnya adalah orang nomor satu dinegaranya karena penampilan Umar yang sangat sederhana.

Memang tidak mudah mengurus suatu negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan wilayah yang luas seperti Indonesia. Jangankan untuk mengurus negara, bahkan mengurus keluarga saja terkadang masih setengah-setengah. Tetapi jika memang ada niat yang baik untuk menjadi seorang pemimpin dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat, insya Allah dipermudahkan oleh-Nya dalam mengurus negara. Kalau memang belum sanggup untuk menjadi seorang pemimpin, lebih serahkan kepada orang yang bias dipercaya.

Semoga saja Presiden Republik Indonesia yang mendapatkan kepaercayaan rakyat untuk memimpin negarta ini nanti, mampu melakukan tugasnya dengan baik. Tidak hanya masalah keduniaan, tetapi juga masalah kehidupan setelah mati yang merupakan kehidupan sebenarnya. Wallahu a’lam

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2009 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: