RSS

Bermimpi Keliling Asia Tenggara melalui Jalur Darat

14 May

Membayangkan berkelana ke negeri orang merupakan kenikmatan tersendiri. Merasakan hidup di lingkungan aku tak paham berbahasa. Rupiah menjadi tak berharga. Adat kebiasaan yang tak lazim ku jumpa. Merasakan hal baru nan berbeda dengan sensasi tak biasa.

Impian ini sudah lama terpendam. Semenjak kecil setiap membaca majalah langgananku yang mengulas tentang kehidupan di luar negeri aku senantiasa larut dalam apa yang ku baca. Seakan sedang berperan dalam bacaan tersebut. Seolah sudah berada di negeri orang.

Ketika menjadi seorang karyawan swasta di Pulau Batam, terbesit keinginan untuk mencoba menjejal negeri seberang yang berjarak dekat, Malaysia. Mengamati peta dengan seksama. Aku dapati negeri jiran tersebut berbatasan langsung dengan Thailand. Sehingga muncul hasrat untuk menembus batas negara yang sepertinya tak jauh berbeda dengan jarak Jakarta – Jogja.

Aku mulai mencari informasi akses antar negara tersebut. Selama ini yang ada di pikiranku bahwa batas-batas negara itu memiliki akses yang tak mudah. Berpikir tidak ada transportasi yang melintas di wilayah perbatasan. Namun setelah mengulik berbagai informasi dari dunia maya, melihat catatan perjalanan para pejalan yang pernah meelakukan lintas negara, keraguanku selama ini terdobrak. Ternyata tidak sulit untuk berpindah negara. Bahkan tersedia transportasi yang melayani akses negara berbeda.

Mengetahui kemudahan akses antar negara tersebut, hasratku yang semula hendak mengunjungi Malaysia saja, menjadi meluas ke negara-negara lain yang terhubung daratan. Dari Malaysia menuju Thailand lalu tergerak untuk mencari tahu negara selanjutnya yang berbatasan yaitu Laos. Setelah berselancar di dunia maya, informasi yang sama juga aku dapatkan, akses menuju Laos tidak begitu sulit. (Visa).

Semakin tertantang untuk mencari tahu negara berikutnya yang masih berada di wilayah Asia Tenggara. Mengingat sebagian besar akses di negara-negara di tenggara benua Asia tersebut tidak memerlukan Visa. Hanya sekedar membawa paspor. Walau ada beberapa yang memberlakukan visa, tetapi pengurusannya tidak memberatkan. Bisa diurus langsung di pintu masuk imigrasi perbatasan negara tanpa harus membuatnya di negara sendiri.

Setelah Laos aku berselancar kembali di dunia maya mencari tahu akses menuju Vietnam. Tanpa diduga ternyata tidak sulit menembus negeri Paman Ho tersebut. Melihat pengalaman-pengalaman para pejalan yang mengurai lengkap disertai foto-foto tentang perjalanannya menuju Vietnam. Senyumku semakin mengembang. Harapan untuk melintasi negara-negara Asean semakin terbuka lebar. Merasakan perubahan bahasa, budaya, dan kebiasaan setempat beberapa kali di beberapa negara. Ini kesenanganku.

Aku mulai merancang rencana perjalanan melintasi beberapa negara Asean. Semua informasi aku kumpulkan sebulan sebelum memulai perjalanan. Pertama kali yang aku lakukan adalah membeli tiket pesawat dari Vietnam ke Singapura di agen penjualan tiket di Batam. Hal ini untuk menguatkan niatku yang semakin membara. Dengan sudah adanya tiket di tangan, segala keraguan diharapkan bisa terkikis. Apalagi harga tiket yang mencapai di atas satu juta. Sehingga tidak terjadi tarik ulur niat yang berujung pembatalan. Karena tentu saja aku akan berpikir dua kali untuk menghanguskan tiket bernilai rupiah tersebut.

Prioritas membeli tiket Hanoi – Singapura menjadi perhatianku karena merupakan hal terpenting dari perjalanan panjang ini. Aku tidak ingin direpotkan saat tiba di Hanoi dan harus dipusingkan dengan kepulanganku ke negara asal. Jika harus membelinya saat tiba di Hanoi maka aku akan dihadapi dengan harga tiket yang tak terduga dengan harga selangit.

Selain mengurus pembelian tiket, persiapan lainnya yang aku lakukan adalah mengajukan cuti kepada bos kantor. Kemudian mempersiapkan barang-barang utama yang harus dibawa. Lalu bertanya sana-sini sama orang-orang yang sudah berpengalaman baik di dunia maya maupun bertanya langsung kepada beberapa teman. Selama sebulan sebelum keberangkatan, meski masih sekedar persiapan, namun yang terlintas dibenakku adalah rasa bahagia.

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2015 in Backpacker

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: