RSS

Mimpiku Dimulai!

14 May

Jarum jam menunjukkan pukul 5 pagi. Aku beranjak dari tidur bersiap untuk ke kantor melaksanakan pekerjaan terakhir sebelum melakukan perjalanan panjang melintasi beberapa negara. Ya, hari ini tepat sore hari sepulang dari kantor aku akan memulai petualangan keliling Asia Tenggara.

Hari ini aku merasa semangat sekali bekerja. Meski terkadang tidak begitu fokus karena terbagi dengan memikirkan pertualangan yang akan aku mulai di hari yang sama. Semua rekan di kantor tidak ada yang mengetahui rencana perjalanan nekat ini. Sengaja aku tidak menceritakannya karena tidak ingin ada suara-suara yang menghalangi niatku ini. Hanya ingin fokus selama perjalanan nanti.

Detik-detik jarum jam terus berputar. Hingga tiba saat jam pulang kantor. Aku meminta izin kepada beberapa rekan untuk pulang tepat waktu. Tidak seperti biasanya ketika jam kantor berakhir masih ada sisa pekerjaan yang harus diselesaikan. Setelah berpamitan dengan temanku, Yogi dan Angel, aku menyempatkan sejenak menyentuh sosial media ciptaan Zuckerberg dengan meninggalkan sebuah kalimat, “Petualangan Dimulai!”.

Dengan sedikit berlari, aku hampiri tukang ojek di pangkalan seberang kantor yang telah dibooking. Sebelum menuju pelabuhan aku mampir sejenak ke rumah untuk berganti pakaian dan mengambil ransel. Aku meminta kepada sang ojek untuk mempercepat laju kendaraan. Perjalanan menuju pelabuhan feri internasional di Batam Centre memakan waktu selama 10 menit.

Tiket feri Batam – Stulanglaut sudah ditangan. Aku beli 5 jam sebelumnya saat istirahat jam makan siang kantor. Stulanglaut adalah nama pelabuhan di Johor Bahru, Malaysia. Setelah melakukan proses pengecopan paspor aku masuk ke ruang tunggu menanti keberangkatan yang tak berapa lama lagi.

Ini adalah kali pertama aku memasuki negaranya Dato’ Siti Nurhaliza. Tidak ada persiapan khusus untuk memasukinya. Hanya bermodal nekad dan doa. Rasa nekat ini umumnya timbul dari passion yang tersimpan di dalam diri seseorang. Sehingga mampu mengikis rasa khawatir yang berlebih.

Terdengar suara petugas informasi mengumumkan feri tujuan Stulanglaut akan segera diberangkatkan. Aku beranjak dari kursi dan turut berbaris antri dengan penumpang lainnya di pintu pemeriksaan tiket. Langkah kaki ku ayunkan melintasi koridor selebar gang dengan panjang 200 meter menuju tempat feri bersandar.

Penumpang feri kali ini tidak terlalu ramai. Terisi sepertiga dari total bangku yang tersedia. Tampak beberapa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di dalamnya. Mereka berbincang akrab dengan logat medok sambil tertawa riang. Senang sekali rasanya mendengar keceriaan mereka. Karena selama ini aku hanya melihat kisah-kisah tragis yang dialami teman-teman mereka yang disiarkan melalu media. Perasaanku saat ini serupa dengan keriangan mereka yang duduk dikursi belakangku.

Sore nan cerah berganti remang yang kemudian redup menghadirkan kegelapan di luar sana. Aku masih duduk manis di dalam feri. Semarak cahaya lampu berwarna kuning terlihat dari balik jendela feri. Lampu-lampu itu milik berbagai perusahaan seperti galangan kapal, kilang minyak, dll. yang saling berdekatan. Feri berada persis di sisi negara Singapura, yang pernah menjadi bagian dari negara Malaysia.

Aroma tanah Malaysia semakin jelas tercium. Feri mulai merapat di pelabuhan Stulanglaut. Rupiah di saku celana seakan pudar tak bernilai. Lidahku tak begitu kaku untuk menyesuaikan dengan logat negara Melayu ini karena sedari kecil tumbuh dan besar dengan logat serupa di Pulau Kundur. Kaki kananku melangkah keluar dari pintu feri dan untuk pertama kalinya menginjak tanah yang masih satu daratan dengan benua Eropa ini. Hello, Malaysia!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2015 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: