RSS

Eksotisme Halong Bay

18 Aug

Hari ini Aku akan menghabiskan waktu seharian di salah satu tempat paling eksotis di dunia. Ya, Teluk Halong atau yang lebih dikenal dengan nama Halong Bay. Aku bergegas mandi dan mempersiapkan diri sebelum dijemput oleh pemandu tur. Teman sekamarku, Brandon, pun tampak siap-siap untuk menuju tujuan wisata yang sama denganku. Setelah selesai membereskan diri kami pun turun ke lantai bawah untuk menanti jemputan sang pemandu.

Tepat jam delapan pagi sang pemandu tur datang ke hostel kami untuk menjemput. Kami dibawa menuju bus pariwisata yang terparkir 200 meter dari hostel. Tampaknya masih banyak lagi peserta tur yang hendak dijemput si pemandu itu. Aku dan Brandon menanti di samping bus sambil berbincang.

Para peserta tur mulai memenuhi bus. Bus berjalan perlahan melintasi kawasan Old Quarter. Beberapa peserta yang berada di lokasi agen terjauh disambangi sejenak untuk menaiki bus. Bus mulai meninggalkan Old Quarter. Terus berjalan membelah Kota Hanoi yang terlihat tidak semegah Bangkok atau Jakarta. Sebagaimana di Bangkok, di Hanoi juga dilalui sebuah sungai besar bernama Sungai Merah.

Setelah melewati satu setengah jam perjalanan bus mampir sesaat di pusat jajanan dan oleh-oleh. Lokasinya terpusat di sebuah kawasan seluas dua kali lapangan tenis. Sebagiannya ditempati oleh sebuah bangunan dengan ruangan luas tak bersekat. Di dalamnya dipenuhi aneka jajanan dan oleh-oleh. Di sampingnya khusus untuk rumah makan. Tersedia juga buku-buku panduan wisata milik Lonely Planet. Sedangkan sebagian lagi dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan. Tampak beberapa bus wisata lainnya yang terparkir di tempat yang sama.

Usai rehat sejenak di tempat pusat jajanan dan oleh-oleh bus kembali melanjutkan perjalanan menuju Halong. Aku tertidur sepanjang perjalanan. Satu setengah jam kemudian bus memasuki kawasan wisata Halong Bay. Jarak dari gerbang hingga lokasi pelabuhan sejauh satu kilometer. Jalannya cukup lebar seperti jalan raya.

Semua peserta tur turun dari bus. Banyak sekali poster besar berukuran 1,5 x 2 meter di sisi jalan samping pelabuhan ini. Ragam poster yang menggambarkan keajaiban Halong Bay sebagai salah satu dari keajaiaban dunia. Aku menyempatkan untuk mengabadikan foto bersama salah satu poster sebagai latar.

Pemandu tur menginstruksikan agar segera memasuki pelabuhan. Aku terus mengikuti arahannya. Tampak deretan kapal wisata sedang berlabuh di bibir pulau. Kapal-kapal tersebut sengaja dipoles warna cokelat agar terkesan tradisional. Desainnya pun dibuat khas Vietnam. Aku menaiki kapal.

Kapal ini bertingkat dua. Pada bagian bawah ditata bak restoran. Sebagai tempat makan siang dan duduk santai. Sedangkan bagian atas di desain terbuka tanpa atap. Di sekelilingnya diberi pembatas pagar. Duduk lesehan di atasnya memang menyenangkan. Tersedia juga beberapa bangku yang bisa dimanfaatkan.

Setiap peserta mendapatkan fasilitas makan siang. Namun Aku tidak turut makan bersama mereka. Karena saat bertanya kepada tukang masaknya makanan yang disajikan mengandung binatang terlarang. Aku sudah memperkirakan itu. Sehingga bekal makanan yang sudah Aku persiapkan menjadi penggantinya.

Dari pelabuhan terlihat penampakan deretan bebatuan karst di ujung sana yang terkesan seperti saling menyambung. Batu-batu raksasa itu terlihat mengecil. Siraman mentari menambah eksotis panorama bebatuan itu. Tetapi saat semakin didekati ternyata batu-batu raksasa itu berdiri terpisah. Menjulang tinggi setara rumah tiga lantai.

Kapal berlabuh sejenak di pelabuhan terapung yang seluas dua kali lapangan badminton. Ada sebuah rumah pondok di atasnya sebagai tempat berteduh warga setempat sekaligus dijadikan warung kecil. Pada satu sisi dibuat lengang seperti lapangan kecil sehingga bisa dimanfaakan untuk sekedar bersantai. Pada sisi lainnya terdapat keramba-keramba ikan. Pelabuhan ini ditopang oleh drum-drum besar di bawahnya.

Pelabuhan ini dikelilingi batu-batu karst yang berdiri kokoh di dekatnya yang berjarak hanya selemparan batu. Terdapat persewaan kayaking untuk kapasitas 2 orang dan perahu karet untuk kapasitas 6 orang di sini. Tarif per orang dikenakan USD 5 untuk masing-masing wahana tersebut. Aku memilih untuk sekedar menikmati di atas pelabuhan terapung ini.

Tampak beberapa sampan yang menjual aneka dagangan merapat ke pelabuhan. Ada yang menjual berbagai makanan dan minuman ringan. Ada juga yang menjajakan aneka buah. Mirip pasar terapung. Salah satu buah yang dijualnya terdapat khas negeriku, Rambutan. Dari namanya saja buah ini terdengar Indonesia banget. Iseng aku bertanya kepada si pedagang apa nama gerangan buah tersebut. “Zambutan,” jawabnya. Benar sekali. Buah tersebut memang khas dari negeriku.

Masa berlabuh kapal di pelabuhan terapung ini akan segera usai. Aku dan turis lainnya bergegas menaiki kapal. Kapal berjalan menuju spot selanjutnya, yaitu memasuki badan salah satu batu karst. Ya, ada gua stalagmit dan stalaktit di dalamnya. Jaraknya tidak begitu jauh. Tampak sedang dilakukan renovasi pada bagian luarnya. Sepertinya akan dibuat pelabuhan untuk tempat bersandar kapal. Halong Bay memang sedang mempersolek diri setelah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Pemandu tur membimbing para peserta tur memasuki gua. Cahaya mulai temaram. Pada trek selanjutnya dipenuhi cahaya warna-warni yang diselipkan pada sudut-sudut gua sehingga tampak menarik. Jalur di dalam gua bergelombang. Menanjak dan menurun. Hingga melintasi sebuah area yang cukup luas dipenuhi para wisatawan. Aku terlalu menikmati perjalanan menyusuri gua ini. Hingga terpisah dari rombongan tur.

Saat keluar dari gua beberapa pedagang souvenir tampak membuka lapak di dekatnya. Aku terus berjalan menuruni tangga dari bukit karst ini. Di sekitarnya terdapat tanaman rindang yang menutupi. Saat menginjak pada tangga paling bawah maka akan terlihat hiruk pikuk pedagang. Mulai dari menjajakan ragam souvenir hingga makanan. Terdapat pondok makanan yang cukup luas tepat berada di dekat pelabuhan. Dari kejauhan si pemandu tur melambai-lambaikan tangannya ke arahku. Menyuruhku untuk segera bergegas menaiki kapal. Ups, ternyata tinggal Aku saja yang belum naik ke atas kapal. Aku pun segera berlari.

Kapal kembali pulang menuju pelabuhan utama. Para penumpang tampak terkulai lelah di atas kapal merehatkan tubuh. Akhirnya kapal tiba di pelabuhan Halong. Aku dan turis lainnya berjalan menuju bus. Kali ini kami menaiki bus yang berbeda. Bukan bus saat berangkat tadi. Namun lebih kecil. Tepat jam 5 sore bus berjalan meninggalkan Halong.

Perjalanan ditempuh selama tiga jam. Tepat pukul delapan malam bus memasuki Old Quarter. Aku dan Brandon tidak diturunkan di depan penginapan. Kami harus berjalan kaki lagi sekitar 200 meter karena jalur Old Quarter yang bercabang-cabang dan ada yang satu arah. Akhirnya tiba juga di atas kasur nan empuk kamarku. Ah, lega.

Namun Aku tidak berlama-lama merebahkan tubuh di atas kasur. Usai mandi Aku langsung pergi mencari makan malam di tempat biasa. Kali ini tidak perlu dibantu oleh peta. Aku sudah merekam jalan mana saja yang harus dilalui untuk menuju restoran halal tersebut. Malam ini terlihat agak sepi. Tidak seramai saat malam minggu kemarin.

Tiba di Restoran Tandoor Aku memesan menu berbeda namun masih berbau nasi, yaitu Kashmiri Pillau. Sedikit mirip dengan Nasi Biryani. Hanya saja disajikan dengan bumbu yang dihidang pada wadah terpisah. Bumbunya tidak cocok dilidahku. Kali ini Aku tidak memesan teh Vietnam sebagaimana malam sebelumnya. Trauma dengan rasanya yang sungguh pahit.

Malam semakin larut. Aku kembali ke hostel. Kasur nan empuk terlihat begitu menggoda. Sudah tak sabar rasanya ingin menikmati obat rasa lelah ini. Tidur. Zzz.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 18, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: