RSS

Menyusuri Bangkok dengan Perahu

18 Aug

Aku terus menyusuri sepanjang jalan di pusat Kota Bangkok. Memasuki kawasan (kepresidenan). Tank tentara tampak terparkir di sepanjang jalan tersebut. Beberapa tentara Thailand terlihat berjaga-jaga pada pos-pos tertentu. Kawasan ini memang sedang dalam pengawasan karena aksi demo sebagian orang.

Spanduk-spanduk yang bertuliskan kalimat dalam aksara Thailand berjejer memenuhi ujung jalan. Sepertinya kalimat-kalimat tersebut bermakna protes terhadap pemerintah Thailand. Namun para pendemo tidak terlihat satu pun di kawasan tersebut. Hanya meninggalkan spanduk-spanduk yang mereka bawa. Kondisi masih kondusif. Beberapa turis pun tampak berlalu lalang melintasi kawasan tersebut. Tempat ini memang bisa dipintasi untuk menuju ke beberapa tempat lainnya.

Para tentara Thailand meski memasang tampang serius namun sangat ramah. Mereka tak menolak jika ada turis yang ingin mengajak foto selfie. Seketika senyum mereka pun tersungging saat berhadapan dengan kamera. Thailand memang sangat peduli dengan para turis yang bertandang ke negerinya. Setiap hari akan selalu ada turis-turis yang berplesir ke sini. Sehingga orang Thailand sudah sangat mengerti dengan kehadiran para turis tersebut.

Dari (kpresiden) ini Aku terus berjalan untuk menuju (). Sebuah kawasan (). Bertanya kepada warga setempat tentang lokasi keberadaannya. Termasuk dengan salah seorang tentara Thailand yang sedang berjalan. Ramah sekali tentara di sini. Ia senantiasa menjawab dengan antusias. Kebetulan Ia juga akan menuju tempat yang sama. Sehingga Ia menyarankan agar mengikuti langkahnya.

Akhirnya tempat yang Aku cari ketemu juga. Di dalam () tampak seperti sedang berlangsung sebuah acara. Namun tidak tertutup bagi para turis yang hendak memasukinya. Kawasan ini dipenuhi tanaman hijau sebagai hiasan. Sedikit mirip seperti taman kota. Tampak sebuah pos penjagaan berukuran seperti sebuah kamar. Di sini bisa untuk membeli tiket jika hendak menaiki puncak kuil teratas.

Aku membeli tiket seharga 20 baht untuk menuju kuil di puncak. Tangga naik berada di samping pos tersebut. Di kiri kanan tangga selebar satu meter ini terhampar pepohonan menyerupai hutan. Namun tampilan desainnya tetap terlihat apik. Tangga naik berbentuk meliuk didesain elegan.

Tempat yang dituju sudah terlihat. Sebuah bangunan luas berupa kuil. Pada sisi kuil terdapat deretan gong yang bisa didengungkan setiap gongnya. Sepertinya gong-gong tersebut memiliki makna tersendiri. Aku kembali menaiki tangga dari bangunan tersebut. Menuju puncak tertinggi. Dari tangga ini bisa terlihat panorama Kota Bangkok dari ketinggian.

Puncak tertinggi ini merupakan salah satu tempat peribadatan. Namun tanpa penutup atap di atasnya. Menyatu dengan langit. Sebuah benda berbentuk seperti piramida raksasa berada di tengah-tengahnya. Sebagian umat Buddha terlihat berdoa di hadapannya. Para turis tampak berkunjung di tempat yang juga dijadikan sebagai objek wisata ini.

Tak perlu berlama-lama di tempat ini. Sekedar melihat saja sudah cukup puas. Aku bergegas turun setelah menumpahkan rasa penasaran di tempat ini. Tangga naik dan turun terletak terpisah. Pada sisi pintu turun ini terlihat ramai oleh orang yang sedang menghadiri sebuah acara. Mereka berpenampilan rapi. Seperti menghadiri acara resepsi pernikahan.

Setelah keluar dari () Aku kembali melanjutkan perjalanan. Berjalan menyusuri koridor deretan ruko pinggir jalan. Hendak menuju stasiun pemberhentian kapal dalam kota. Ya, di Kota Bangkok, sebagaimana di beberapa kota di Eropa, terdapat kanal-kanal yang dilalui kapal-kapal sebagai alat transportasi. Bisa dijadikan alternatif saat terjadi kemacetan di jalan raya. Sungguh efisien.

Stasiun tranportasi air yang Aku datangi ini terdapat persis di samping minimarket 7 Eleven. Para penumpang lain tampak duduk menanti kedatangan kapal. Tidak terlalu lama menunggu. Kapal pun berangkat menuju titik-titik pemberhentian selanjutnya. Di dalam kapal petugas melakukan penarikan ongkos. Aku membayar 10 baht. Petugas tersebut membalas dengan memberikan sebuah tiket berupa lembaran kertas kecil kepadaku.

Aku hendak menuju sebuah kawasan terkenal di Bangkok yang terdapat beberapa tempat menarik di sekitarnya. Salah satunya adalah mal terbesar Moh Boon Krong atau yang lebih dikenal dengan singkatan MBK. Akhirnya kapal tiba di stasiun (). Lokasi pemberhentian terdekat dari MBK. Benar saja, setelah turun dari kapal dan menuju sisi jalan raya dengan menaiki beberapa anak tangga, terlihat sebuah mal bertuliskan MBK dari kejauhan. Di sekitarnya tampak beberapa bangunan lainnya yang salah satunya lokasi tempat museum patung lilin berada, Madame Tussaud.

Dari stasiun kapal menuju MBK berjarak sekitar 500 meter. Aku berjalan melintasi trotoar di sisi jalan raya nan lebar. Setiba di persimpangan, Aku tidak langsung menyeberang, tetapi memanfaatkan tangga penyeberangan yang menghubungkan beberapa bangunan tinggi di setiap sudut persimpangan. Tangga penyebrangan ini tidak sesempit seperti jalan gang sebagaimana lazim ditemui. Tetapi sangat lebar yang bisa memuat ratusan orang setiap harinya. Menghubungkan mal MBK, stasiun MRT, dan bangunan besar lainnya di dekat persimpangan tersebut.

Mal MBK merupakan yang terbesar di Thailand. Pusat perbelanjaan bagi kelas menengah ke atas ini menyuguhkan kesan elegan saat memasukinya. Selain outlet-outlet yang memanjakan bagi penggila shoping, terdapat juga kawasan tempat makan yang terpusat di lantai paling atas. Beberapa diantaranya mencantumkan identitas Muslim di depan restorannya seperti logo halal.

Jika hendak berkunjung ke museum Madame Tussaud, cukup menyeberang ke gedung Paragon yang terdapat di seberang. Ya, negeri gajah putih ini merupakan satu dari (5) negara yang dipercaya untuk memajangkan karya-karya patung lilin yang menyerupai tokoh-tokoh atau selebriti terkenal di dunia. Memasukinya dikenakan tiket masuk sebesar 800 baht. Namun bisa didapat dengan harga lebih murah yaitu potongan 50 persen jika memesannya secara online melalui situs ().

Puluhan patung lilin terpajang di berbagai sudut dengan berbagai pose dan ekspresi. Para pengunjung memanfaatkan momen tersebut dengan berfoto sambil bersanding dengan sosok imitasi pujaannya. Sebagian pengunjung ada yang melakukan adegan-adegan kreatif dalam berfoto. Seolah sedang berkomunikasi dengan sosok-sosok tak bergerak tersebut. Sehingga terlihat seperti nyata saat melihatnya pada gambar hasil jepretan.

Kota Bangkok memang menghadirkan kesan tersendiri bagi siapa saja yang mendatanginya. Khususnya bagi pelancong asal negara-negara yang serumpun dengannya. Melihat wajah-wajah serupa namun seketika akan terkejutkan saat mendengar mereka berbicara. Bahasa yang jauh berbeda dengan aksen sengau yang diucapkannya. Selain melihat panorama kotanya yang tak jauh berbeda dengan Jakarta. Hal-hal semacam itu akan menambah momen indah dalam perjalanan mengunjungi negeri yang bebas dari penjajahan masa lalu ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 18, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: