RSS

Semarak Melayu di Festival Pulau Penyengat 2016

29 Feb

fpp

Festival Pulau Penyengat (FPP) 2016 berlangsung semarak sejak dibuka pada tanggal 20 Februari hingga 24 Februari 2016. Berbagai perlombaan digelar. Aroma tradisional melekat pada setiap perlombaan dan kegiatan yang diadakan. Seperti lomba Jong, gasing, tangkap bebek, perang bantal, hingga memasak yang mengedepankan kuliner lokal.

Para tamu undangan hadir tidak hanya dari Provinsi Kepri tetapi juga berbagai elemen di seluruh Indonesia. Acara ini dihelat oleh Kementerian Pariwisata. Tak ketinggalan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei juga turut meramaikan iven tahunan ini.

161

Pulau Penyengat merupakan tempat bersejarah yang terdapat di wilayah Provinsi Kepri. Berjarak sangat dekat dari ibukota provinsi yaitu 15 menit perjalanan menggunakan kapal pompong dengan ongkos Rp. 7 ribu. Pulau mungil yang pernah dijadikan mas kawin ini terlihat jelas dari bibir Kota Tanjungpinang.

Masjid Sultan Riau peninggalan kesultanan Melayu menjadi landmark pulau ini. Warnanya yang mencolok, kuning cerah, dan 5 menara Masjid yang menjulang tinggi membuatnya mudah dikenali dari kejauhan. Masjid yang juga dikenal dengan nama Raja Ali Haji ini dibangun dengan menggunakan putih telur sebagai perekat.

logo

Raja Ali Haji merupakan tokoh berpengaruh pada masa kerajaan Melayu. Ia dikenal sebagai seorang sastrawan handal pada masanya. Lewat hasil pemikiran ia turut berjasa dalam meramaikan khazanah dunia sastra. Gurindam merupakan karya gemilang yang dicetuskannya.

Kemeriahan dari perlombaan yang digelar menghadirkan momen-momen menarik terutama bagi para fotografer yang senantiasa sigap menangkap momen. Pacu laju perahu dengan layar terkembang yang diteriaki sorakan semangat para penonton menambah seru suasana. Terlebih lagi dengan ragam warna pada layar; merah, biru, jingga, dll. yang membuat pemandangan semakin semarak.

181

Perlombaan gasing pun tak ketinggalan turut meramaikan iven ini. Permainan rakyat ini, sebelum unjuk gigi terlebih dahulu dililitkan seutas tali pada bagian ujungnya sebagaimana permainan yoyo. Kemudian dilemparkan ke tanah dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan putaran yang kencang. Gasing dengan putaran terlama dan tak keluar jalur yang menjadi pemenang.

Bagi penikmat kuliner kehadiran para ibu-ibu yang turut dalam lomba memasak bisa dijadikan pilihan untuk memanjakan lidah. Masakan yang diracik mengedepankan kuliner lokal berupa Gonggong. Binatang laut sejenis siput berukuran besar ini menjadi primadona pada lomba masak yang diadakan. Ragam olahan berbahan Gonggong dikreasikan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK ini.

gonggong 1
Memasak Gonggon (foto: http://www.unizara.com)

Blogger Kepri menjadi salah satu rombongan yang diundang pada acara yang dihelat selama lima hari ini. Para blogger daerah ini tak pernah luput dalam mengabadikan setiap momen baik berupa tulisan maupun foto untuk memperkenalkan Pesona Kepri melalui media blog kepada khalayak. Sampai berjumpa di FPP 2017!

Pulau Penyengat

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 29, 2016 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: