RSS

Hikmah Dibalik Gerhana Matahari Total: This is Indonesia!

11 Mar

solar-eclipse

Gerhana Matahari Total (foto: borneo-ecotrekking.com)

Saya: apakah kamu pernah ke Indonesia?

Bule: belum

Saya: (iseng tanya lagi) apakah kamu pernah ke Bali?

Bule: sudah

Saya: (minum obat sakit kepala)

 

Percakapan absurd itu pernah saya lakukan dengan seorang turis kulit putih saat sedang backpacking ke Thailand. Membingungkan memang. Bule itu mengatakan pernah jalan – jalan ke Bali. Tetapi pada pengakuan lain ia mengatakan belum pernah ke Indonesia. Heh? Aneh memang, tapi nyata.

Seorang teman juga pernah menceritakan tentang seorang bule yang mengajukan pertanyaan absurd kepadanya, “Indonesia itu di sebelah mananya Bali?”. Ah sudahlah.

Bali memang lebih populer dari Indonesia. Sama seperti Batam yang jauh lebih populer dibandingkan Kepri, provinsi yang menaunginya (bisa jadi anda juga baru tahu). Jangankan di kancah dunia, di Asean saja Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand dalam hal popularitas. Ya, gaung negeri ini memang masih kalah populer dibandingkan negara – Negara di kawasan Asia Tenggara itu, dan Bali (Eh?!).

Pada 9 Maret 2016, Gerhana Matahari Total (GMT) menghebohkan bumi. Fenomena alam ini hanya melintasi satu negara di dunia. Hal ini menjadi perbincangan orang dari berbagai belahan bumi. Peran media turut memperluas pemberitaan. Dengan cepat berita ini diketahui oleh khalayak. Terlebih lagi dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih seperti sosial media, membuat informasi apapun bisa menjadi viral, diketahui semakin banyak orang. Satu – satunya negara yang dilintasi GMT tersebut adalah Indonesia. What a lucky country.

Fenomena alam yang sangat langka ini sampai mengundang rasa penasaran anak dari raja Thailand, Putri Maha Chakri Sirindhorn. Ia rela mencarter pesawat khusus untuk menyaksikan pertemuan matahari dan bulan yang tak biasa itu. Ada 3 provinsi yang disinggahi oleh GMT: Bangka Belitung (Belitung), Sulawesi Tengah (Palu), dan Maluku Utara (Ternate). Putri sang raja itu memilih Ternate sebagai lokasi untuk melihat gerhana.

Gerhana matahari juga melintasi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hanya saja tidak total penuh sebagaimana di tiga tempat tersebut. Meski hanya Gerhana Matahari Sebagian (GMS) namun masayarakat sangat antusias melihatnya. Seperti yang terjadi di Pulau Kundur, Kepri. Warga di pulau yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura ini tampak melaksanakan Sholat Gerhana di Masjid Raya Nurussalam. Suasanya seperti menyambut lebaran saja. Subhanallah.

12

Gerhana Matahari Sebagian di Provinsi Kepri

Tentunya tidak hanya di Pulau Kundur. Masyarakat di berbagai belahan Indonesia pun turut melaksanakan sholat yang sangat jarang dilakukan itu. Wajar saja, mengingat negeri ini merupakan penduduk dengan jumlah Muslim terbesara di dunia. Pemberitaan umat Islam yang melaksanakan Sholat Gerhana di televise terasa seperti momen Hari Raya Idul Fitri.

Dua negara jiran pun turut kecipratan GMS: Malaysia dan Singapura, sebagaimana pemberitaan yang saya tontong di televisi kedua negara tersebut. Ya, di Pulau Kundur bisa dengan mudah menikmati siaran televisi dua negara itu tanpa harus menggunakan tv kabel atau parabola karena jaraknya yang sangat dekat.

Para peneliti dari berbagai negara tentu saja tidak ingin ketinggalan menyaksikan fenomena di angkasa ini. Termasuk badan antariksa dunia yang berpusat di Amerika Serikat, The National Aeronautics and Space Administration (NASA). Wisatawan mancanegara berbondong – bondong memesan hotel untuk ikut menjadi saksi GMT. Bahkan ada yang memesan kamar hotel dua tahun sebelumnya. Semua mata tertuju pada Indonesia.

Saat media internasional memberitakan tentang GMT, nama Indonesia sudah barang tentu terselip dalam pemberitaan tersebut. Kata kunci ‘solar eclipse’ pada mesin pencari Google tak ketinggalan menyematkan kata Indonesia di dalamnya. Sebagaimana berita pada salah satu media mainstream dunia, BBC dan CNN.

GMT yang melintasi negeri ini menjadi berkah tersendiri bagi negeri nan gemah ripah loh jinawi ini. Akibatnya kunjungan wisatawan semakin meningkat. Memberikan dampak positif bagi perekonomian warga tempat terjadinya GMT. Tentunya menjadi lahan bisnis bagi warga setempat, semisal, ada yang menjual kaos bertemakan gerhana. Popularitas negeri ini kian terangkat.

Kejadian ini tercatat dalam sejarah dunia. Citra Indonesia semakin terangkat, meski hanya melalui fenomena alam ini. Semoga tidak ada lagi pertanyaan – pertanyaan absurd. Semoga mereka, khususnya bule kurang pergaulan, bisa membedakan Indonesia dengan Bali. Semoga dunia tahu keberadaan negeri ini. This is Indonesia!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 11, 2016 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: