RSS

Seperti Ini Kehidupan di Karimun Kepri

15 Mar
suasana-kota-karimun-menjelang-imlek_20160127_200453

Suasana Kota Tanjungbalai Karimun (foto: batam.tribunnews. com)

Karimun. Pernah mendengar nama ini? Bukan. Ini bukan merek kendaraan roda empat yang sering terlihat di jalanan. Ini adalah nama sebuah pulau. Ya, Pulau Karimun. Pulau seluas 139 km2 ini terdapat di wilayah Provinsi Kepri. Berada di naungan kabupaten yang memiliki nama serupa, Kabupaten Karimun.

Kabupaten yang terbentuk pada tahun 2004 ini berpusat di Tanjungbalai. Kota ini merupakan kawasan tersibuk, aktifitas perekonomian terpusat di sini. Wajar saja, mengingat letaknya yang sangat strategis, berdekatan dengan dua negara: Malaysia dan Singapura. Posisinya persis di tepi laut. Hamparan laut tidak terlihat dengan jelas karena tertutup oleh deretan ruko yang berjejer di sepanjang bibir pulau. Pusat kota ini juga merupakan kawasan kota tua, lebar jalan hanya tiga meter sehingga diberlakukan jalur satu arah. Terdapat beberapa persimpangan mungil di sini.

Satu hal yang menarik dari kota ini adalah masih adanya transportasi sepuh yang berseliweran di jalanan. Warga setempat menyebutnya dengan Bas. Kendaraan ini secara bodi mirip sebagaimana bis pada umumnya. Hanya saja terbuat dari kayu dan bagian depannya terkesan pesek. Bangku di dalamnya tidak menghadap ke depan, melainkan memanjang di sisi kiri dan kanan. Selain bas, di kota ini juga masih terdapat becak. Mengelilingi kota tua menggunakan becak yang dikayuh santai bisa dijadikan pilihan berwisata.

10311727_10203554432834924_3239336321578128965_n

Angkutan jadul Bas di depan hotel

Di pusat kota ini terdapat pelabuhan utama: domestik dan internasional. Provinsi Kepri merupakan wilayah kepulauan sehingga transportasi laut menjadi moda utama. Rute feri keberangkatan domestik melayani tujuan ke Pulau Batam, Pulau Bintan (Tanjungpinang), dan Pulau Kundur (Tanjungbatu, Tanjungberlian, dan Selatbeliah). Selain itu, provinsi yang berdekatan seperti Riau dan Jambi juga bisa ditempuh langsung dari sini seperti ke Dumai, Selatpanjang, dan Kualautungkal (Jambi).

Untuk rute internasional pelabuhan ini melayani akses langsung hingga ke Malaysia dan Singapura. Kota di Malaysia yang menjadi tujuan adalah Johor Bahru, tepatnya di wilayah Kukup. Lama perjalanan memakan waktu 45 menit. Sementara jarak ke Singapura ditempuh selama satu jam perjalanan. Ya, pulau ini berjarak lebih dekat ke Malaysia dibandingkan Singapura. Berbeda dengan Batam yang justru lebih dekat ke Singapura.

10671308_10205045199823167_8388774946827948250_n

Panorama Kota Tanjungbalai bisa dilihat dari Selatbeliah, Pulau Kundur

6306122015_foto_pelabuhan_msarih

Pelabuhan domestik dan internasional di Tanjungbalai Karimun

Suku Melayu merupakan penduduk asli di Bumi Berazam ini. Bahasa yang digunakan tak jauh berbeda dengan Malaysia, bahkan cara pengucapannya pun mirip. Tidak sedikit warga di sini mencari nafkah ke negeri seberang, bahkan ada yang menikah dan menetap di sana.

Warga di kabupaten berpenduduk 174.178 jiwa ini sudah terbiasa dengan segala pengaruh dari negara jiran. Seperti siaran televisi yang dapat dengan mudah dijangkau, bahkan dengan kualitas gambar yang lebih tajam dibandingkan tv nasional. Ketika masa kecil, penulis sering menyaksikan kartun Doraemon di televisi dalam tiga bahasa; Melayu di tv Malaysia, Mandarin di tv Singapura, dan tentu saja bahasa Indonesia di RCTI. Termasuk siaran radio yang juga terpancar jelas sebagaimana televisi. Produk ā€“ produk makanan dan minuman asal negeri jiran pun berserak di sini.

Jika berkunjung ke Tanjungbalai sempatkanlah untuk mampir ke Coastal Area. Ini merupakan taman kota nan megah mahakarya dari sang pemimpin daerah ini. Pesonanya sedikit mirip dengan nuansa di Tanah Eropa, bangunan berkonsep serupa benteng kerajaan. Jaraknya sangat dekat. Begitu keluar dari pelabuhan berjalanlah ke arah kiri sejauh satu kilometer. Langsung Sampai. Dekat sekali.

tbk2

Coastal Area (foto: simplesmile.blogspot. com)

 

Pulau Kundur

12049292_10207173785756485_3063469775878425354_n

Tanjungbatu, pusat kota di Pulau Kundur.

Kabupaten karimun memiliki 2 pulau besar. Salah satunya adalah Pulau Kundur. Pulau ini berukuran dua kali lebih luas dari Pulau Karimun. Jarak kedua pulau tersebut cukup dekat, hanya 15 menit perjalanan menggunakan speed boat. Kota Tanjungbalai bisa terlihat dari sini, tepatnya dari sisi utara pulau ini, Selatbeliah.

Wilayah terpadat yang juga sekaligus merupakan pusat kota Pulau Kundur adalah Tanjungbatu. Kota tua ini terletak di sisi bagian selatan, sehingga berjarak cukup jauh dari Tanjungbalai, yaitu satu jam perjalanan menggunakan feri. Pelabuhan utama berada di kota yang memilki sejarah dengan bunga tanjung dan batu granit ini. Rute keberangkatan pun sama persis sebagaimana pelabuhan di Tanjungbalai. Hanya saja di sini tidak memiliki akses ke luar negeri.

10368200_10205231831928853_4180504957842911934_n

Suasana Kota Tanjungbatu Kundur

Pulau Kundur memiliki empat wilayah keramaian: Tanjungbatu, Tanjungberlian (Urung), Sawang, dan Prayun (Selatbeliah). Jarak antar keempat wilayah tersebut jika diibaratkan buah mangga; berada di ujung, pangkal, dan kedua sisi bagian tengah. Ya, semuanya berada di bibir pulau.

10690219_10152791393562039_1005242014717995519_n

Pelabuhan Selatbeliah Kundur

Pulau Kundur sangat berperan penting dalam pembangunan di Kabupaten Karimun. Pulau yang memiliki sejarah dengan buah kundur ini menyimpan hasil bumi berupa emas hitam. Sebuah perusahaan besar milik negara, PT. Timah, berdiri kokoh di pulau ini. Sumber Daya Manusia (SDM) di pulau yang berbatasan dengan Provinsi Riau ini pun tak kalah bersaing.

Bupati yang memimpin kabupaten ini didominasi dari Pulau Kundur. Bahkan sekarang sang mantan bupati telah bergeser posisi menjadi Gubernur Provinsi Kepri, HM. Sani. Beliau menjabat hingga dua periode. Kampus kedinasan bergengsi negeri ini, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), pernah dipimpin putra daerah dari pulau ini, Suhajar Diantoro. Dalam kontes kecantikan, pulau ini pernah mengirimkan wakilnya ke ajang Miss Indonesia 2015 yang mewakili Provinsi Kepri, Megalina Wong.

75utama-sani

HM. Sani, Gubernur Kepri (2016-2021) putra daerah Pulau Kundur

10942673_10152843434717039_2335407489198454424_n

Megalina Wong, Finalis Miss Indonesia 2015 asal Pulau Kundur

Kalau ada sumur diladang, bolehlah kami menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang, jangan ragu untuk berkunjung ke pulau kami. Akses menuju ke dua pulau ini: Karimun dan Kundur sangatlah mudah. Dari Pulau Batam, ke dua pulau ini dapat diakses dengan mudah. Feri berangkat mulai pagi hingga sore hari, dengan jadwal keberangkatan lebih dari lima kali.

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on March 15, 2016 in Kota

 

Tags: , , , , , , , ,

8 responses to “Seperti Ini Kehidupan di Karimun Kepri

  1. Agus Saputra Asad

    March 15, 2016 at 3:15 pm

    Ah karimunnnn….udah pernah beberapa kali kesana tp blom pernah nyobain bas kayu yang fenomenal itu …uhuk…..

     
    • inovadli

      March 16, 2016 at 7:56 am

      Ayo maen lagi ke Karimun bro.. šŸ™‚

       
  2. Agus Saputra Asad

    March 15, 2016 at 3:23 pm

    Bas kayuuu oh bas kayuuuu

     
  3. sarah eyie

    March 15, 2016 at 10:42 pm

    Semoga benar2 bisa sampai ke karimun…pengen naik angkot kayu nya bang…

     
    • inovadli

      March 16, 2016 at 7:57 am

      Aamiin.. Semoga kesampaian ya Kak Sarah.. šŸ™‚

       
  4. Fitaya

    June 10, 2016 at 8:33 am

    Bang Inovadli, Tolong infonya mengenai tempat kost untuk pekerja yg dekat ke PT Saipem. Terimakasih

     
    • fadliuno

      June 10, 2016 at 9:03 am

      Banyak kos di sana Mba Fitaya. Coba saja tanya sama warga sekitar. Terimakasih.

       
  5. Annisakih

    March 14, 2017 at 12:26 am

    Jd kangen Karimun baca ini šŸ˜‰

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: