RSS

Testimoni Terakhir Iqbal Rois #tributetojalankemanagitu

22 Oct
img_20161022_235153

Alm. Iqbal Rois Kaimudin

“Saya sudah baca kisah jalan-jalannya di Batam Pos, Mas. Jadi pengen juga..”

Seseorang berkomentar di blogku. Tertera di pojok kiri atas akun blog Iqbal Rois. Aku klik akun tersebut lalu diarahkan ke situs jalankemanagitu.com. Aku zoom foto profilnya. Postur anak kuliahan dengan latar foto Masjid Pulau Penyengat.

21 Januari 2012, Iqbal Rois meninggalkan jejak komentar tersebut di laman profil blogku. Bersamaan dengan dimuatnya kisah perjalanan keliling Asia Tenggara-ku di Batam Pos. Sepertinya, setelah membaca catatan petualanganku di media grup Jawa Pos tersebut, ia langsung bertanya ke ‘Paman Google’ untuk mencari tahu diriku, sosok di koran itu.

Pada tahun-tahun tersebut gairah ngeblog-ku memang menurun. Sehingga aku merespon komentarnya cukup lama. Aku putuskan untuk mencari akun twitter-nya saja karena lebih praktis, dan akhirnya ketemu @iqbalrois (sekarang @jalankemanagitu). Tak sengaja aku membaca status di twitter-nya yang berisi sebuah rekaman suara. Saat itu ia sedang mengikuti kontes nyanyi via handphone yang diselenggarakan oleh Kartu As bertema Bintang ASik. Wow. Suaranya bagus sekali. Sealiran dengan Glenn Fredly.

Waktu terus berjalan. Juni 2015 temanku, Chai Lukman, menawarkan untuk bergabung di grup whatsapp Blogger Batam. Aku tertarik dengan tawarannya tersebut. Tak lama setelah join di grup tersebut aku dikontak oleh Pak Guntur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri. Saat itu, beliau sedang mencari blogger yang hobi traveling atau Travel Blogger. Singkat cerita, kami para Travel Blogger berkumpul di rumah makan Saung Sunda Sawargi untuk memenuhi undangan tersebut. Ini merupakan kali pertama aku bertatap langsung dengan dengan teman-teman dari Blogger Batam, termasuk Iqbal.

Disinilah pertama kali aku berkomunikasi secara langsung dengan Iqbal. Kebetulan saat itu ia duduk di kursi sebelahku sehingga intensitas mengobrol pun lebih sering. Ia bertanya akun Facebook-ku dan saat itu juga kami memulai pertemanan di media sosial. Sebelumnya aku mengira Iqbal sosok yang sombong. Ternyata jauh dari perkiraan. Ia orang yang baik. Mungkin karena idealisme yang melekat pada dirinya sehingga terkesan sombong. Ia tidak akan mengonfirmasi pertemanan di media sosial jika belum mengenal lebih jauh dengan orang tersebut.

Setelah pertemuan di saung sunda itu aku jadi lebih sering nimbrung di grup whatsapp. Tidak hanya dengan Iqbal, pertemanan dengan teman-teman Blogger Batam (Sekarang menjadi Blogger Kepri) pun semakin akrab. Sebagaimana dugaanku, Iqbal memang tipe idealis. Saat chat di grup pun ia tidak banyak berkomentar. Secukupnya saja.

Selain itu, menurutku, Iqbal juga merupakan pribadi yang tegas. Terutama dalam hal agama. Meski begitu, ia sangat pintar menempatkan diri dalam pergaulan sehingga banyak teman-teman yang nyaman berteman dengannya. Siapapun, tanpa pandang bulu.

img_20161023_000445

Testimoni Iqbal di buku pertamaku, Jelajah Pulau Kundur.

2 Agustus 2016, aku meminta kepada Iqbal sebagai perwakilan Blogger Kepri untuk turut memberikan testimoni pada buku pertamaku, Jelajah Pulau Kundur. Selain dari Kepri ada juga Blogger dan Traveler Jakarta dan Malaysia. Iqbal sangat senang dengan tawaranku tersebut. Aku katakan kepadanya bahwa akan memberikan buku tersebut jika sudah terbit.

Waktu terus berjalan. Sebulan kemudian aku mengirim pesan whatsapp kepada Iqbal. “Bal, bukuku sudah terbit. Kirim alamat lengkap ya.”

“Alhamdulillah,” Iqbal merespon lalu mengirimkan chat selanjutnya yang berisi alamat lengkap rumahnya. “Makasih banyak, Da,” responnya lagi.

Da adalah singkatan dari Uda. Iqbal memanggilku dengan sebutan itu karena tahu aku berdarah Minang. Meski aku tidak bisa berbahasa sukuku tersebut karena besar di Pulau Kundur, Kepri. Teman-teman Blogger Kepri yang lain pun ikut memanggil dengan sebutan tersebut.

Teringat bahwa aku mempunyai agenda di Batam dalam waktu dekat. Ini kesempatan untuk menjenguk Iqbal sekalian memberikan bukuku yang ada testimoni Iqbal. Tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Aku tidak ditakdirkan untuk bertemu Iqbal untuk kedua kalinya. Iqbal dipanggil Allah SWT lebih cepat dari jadwal keberangkatanku ke Batam.

Innaalillaahi wainnaailaihi roojiuun

Selamat jalan Iqbal. Semoga pertemuan kedua kelak adalah di surga-Nya..

Kamis sore, 20 Oktober 2016, aku tiba di Batam. Malamnya, aku langsung menuju rumah alm. Iqbal bertepatan dengan tujuh hari kepergiannya, acara tahlilan. Banyak Blogger Kepri yang datang. Setelah acara selesai, sebelum pulang, kami berpamitan dengan istri alm. Iqbal, Fira. Buku yang pernah aku janjikan kepada Iqbal semasa hidup, aku serahkan kepada keluarganya. Adeeva, anak Iqbal yang masih berusia 1 tahun, tiba-tiba melihat gambar karikatur wajah pada cover buku yang aku serahkan tadi sambil menunjuknya dan nyeletuk polos, “Ayah.”

Advertisements
 
9 Comments

Posted by on October 22, 2016 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

9 responses to “Testimoni Terakhir Iqbal Rois #tributetojalankemanagitu

  1. Ina

    October 22, 2016 at 5:39 pm

    Mau donk buku jelajah kundur πŸ˜‰

     
    • fadliuno

      October 23, 2016 at 4:34 am

      tunggu GA-nya ya kak πŸ˜€

       
  2. Babang Travengler

    October 22, 2016 at 5:42 pm

    selamat jalan mas iq

     
    • fadliuno

      October 23, 2016 at 4:35 am

      semoga Iqbal tenang disana..

       
  3. Dian Radiata

    October 22, 2016 at 5:56 pm

    Untung kita punya buku Jelajah Kepri ya, Fadli.. Jadi kita punya kenang-kenangan bareng Iqbal πŸ™‚

     
    • fadliuno

      October 23, 2016 at 4:38 am

      Iya, mba. Tulisan2 Iqbal juga bisa jadi amal jariyah bagi yang mendapatkan manfaatnya πŸ™‚

       
  4. Fauzi

    October 23, 2016 at 3:08 am

    Iya Iqbal memang orang yg baik… beruntung keluarga punya orang seperti dia.

     
    • fadliuno

      October 23, 2016 at 4:39 am

      Iqbal menginspirasi banyak orang

       
  5. Avant Garde

    November 1, 2016 at 7:02 am

    bang Fad, maulah saye buku tu ….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: