RSS

Liburan Seru ke Pulau Peucang (Trip Ujung Kulon)

19 Jan
26828_1287456859003_3548541_n

Jernihnya air laut di Pulau Peucang

Hari libur sering dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mengunjungi tempat-tempat yang sudah dikenal oleh banyak orang. Baik itu objek wisata maupun negara tertentu. Hal ini tentu saja menyebabkan tempat-tempat mainstream tersebut menjadi ramai, terkadang penuh sesak. Saya termasuk tipe yang menyukai wisata anti-mainstream. Bertandang ke tempat-tempat yang jarang terjamah oleh manusia.

Ujung Kulon merupakan sebuah daerah di Provinsi Banten yang memiliki akses cukup sulit untuk mencapainya. Selain berupa gugusan pulau-pulau kecil, daerah ini juga memiliki akses jalan yang belum bersahabat. Jalannya masih berupa tanah kuning dan bergelombang. Bagi yang hobi bertualang tentu saja hal ini menjadi tantangan dan keasikan tersendiri.

Perjalanan dari Jakarta ke Ujung Kulon menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Disarankan untuk berangkat pada malam hari agar tiba di tujuan hari sudah mulai benderang. Perjalanan dari Jakarta ke Banten sejatinya tidak begitu bermasalah. Jalanan masih berupa aspal mulus.

Hanya saja ketika memasuki kawasan pedesaan di pesisir pantai jalanan sudah berganti berupa tanah kuning dengan tekstur keras dan bergelombang. Meski begitu, kehadiran panorama alam berupa lautan cantik berwarna biru kehijauan di sisi kanan seketika melupakan dengan kondisi jalan yang kurang bersahabat. Panorama indah tersebut terlihat sesekali, mengikuti jalan yang dilewati.

Mobil yang kami tumpangi tiba di rumah Pak Komar. Rumah Pak Komar yang terletak di Desa Tamanjaya ini merupakan pemberhentian terakhir sebelum menyeberang ke pulau-pulau kecil di depan sana. Bagi yang sering berwisata ke Ujung Kulon, maka nama Pak Komar sudah tidak asing lagi. Beliau merupakan orang yang dipercaya untuk melayani wisatawan yang akan berwisata ke Ujung Kulon. Bahkan peralatan snorkeling pun bisa disewa dengan beliau.

Pesona Pulau Peucang

boat-pantai-peucang

Keheningan ombak di pesisir Pulau Peucang

Ujung Kulon menyimpan pesona pulau-pulau yang memesona. Salah satu pulau yang membuat saya jatuh hati adalah Pulau Peucang. Tidak hanya cantik, tetapi jarangnya terjamah wisawatan membuat berada di pulau ini serasa di pulau pribadi. Pulau ini tidak berpenghuni. Tetapi tidak perlu khawatir, di dalamnya terdapat penjaga yang selalu stand by. Terlebih lagi jika akan didatangi wisatawan.

Perjalanan dari rumah Pak Komar menuju pulau ini memakan waktu sekitar dua jam dengan menggunakan kapal kayu bertenaga mesin. Dari kejauhan, Pulau Peucang sudah terlihat menggoda. Rona permukaan lautnya yang jernih dan tenang sungguh memukau. Rasanya tak sabar agar kapal kayu yang kami tumpangi ini bisa melesat secepat speed boat.

selamat-datang-pulau-pulau-peucang

26828_1287443218662_4855657_n

Yang paling depan semangat sekali. Ups!

26828_1287452418892_7565682_n

Rileksasi di Pulau Peucang yang tak berpenghuni

26828_1287459819077_6512832_n.jpg

Gaya batu

Mata saya seakan tak berkedip memandang laut nan jernih di tepi pantai. Ya, kapal kami sudah merapat kandas di pasir putih pulau ini. Pasirnya tidak sekadar putih, tetapi juga lembut seperti tepung. Rasanya tidak berlebihan jika saya membandingkannya dengan tepung karena memang demikian adanya. Try it!

Saat kapal merapat ke pantai, gerombolan ikan-ikan kecil seketika berdatangan. Kedatangan saya dan teman-teman seolah disambut oleh fauna yang berhabitat disini. Sepertinya ikan-ikan tersebut kegeeran akan diberikan makanan. Tetapi kami tidak mempunyai stok makanan yang bisa dinikmati oleh ikan-ikan itu. Hanya bisa menyapa, turun menjejakkan kaki di pasir pantai. Tetapi ikan-ikan tersebut berlarian secepat kilat. Seakan terancam dengan kehadiran kami. Mungkin takut ditangkap lalu digoreng. Haha.

Air yang bening mengundang hasrat kami untuk menyeburkan diri ke laut. Pantai yang luas dan sepi kami manfaatkan untuk bermain sepuasnya. Damai rasanya ketika tahu ternyata hanya ada kami saja di pulau ini. Sesekali terlihat monyet-monyet penghuni pulau keluar mengambil sesuatu di pantai. Pastikan barang bawaan anda aman dari kejahilan hewan primata tersebut.

Di pulau ini terdapat ucapan selamat datang yang bertuliskan Pulau Peucang. Objek ini seakan wajib dijadikan latar untuk berfoto, sebagai bukti bahwa sudah pernah menjejakkan kaki di pulau nan eksotis ini. Tentu saja spot-spot pantai dan laut yang indah di pulau ini tidak lepas dari sasaran kamera kami. Jepret!

Mentari terlihat akan kembali ke peraduan. Hari semakin sore. Kami bersiap untuk kembali pulang. Bagi yang memiliki waktu panjang dan gemar berkemah, kawasan Ujung Kulon sangat memungkinkan untuk diinapi. Namun untuk bermalam di tenda harus berpindah ke pulau seberang bernama Cibom. Banyak petualang yang sudah bermalam di sini. Nantinya akan dipandu oleh seorang pemandu warga setempat selama di Pulau Cibom yang juga tidak berpenghuni.

Bagi yang penasaran ingin melihat keindahan Pulau Peucang namun tidak ingin ribet mengurus ini itu, bisa menggunakan jasa tur yang sudah berpengalaman seperti govakansi.com. Jasa tur ini jangkauan paket wisatanya membentang dari Sabang sampai Merauke. Menembus hingga pelosok pulau-pulau di nusantara, seperti Pulau Peucang yang kami datangi ini. Jadi, tinggal pilih saja tempat-tempat eksotis yang hendak dituju.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2017 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: