RSS

Kundur dan Kolong

17 May

1430991064632312300.jpg

Pulau Kundur merupakan salah satu daerah penghasil timah di Indonesia. Banyaknya hasil timah yang terkandung di bumi Kundur membuat para pengeruk dari perusahaan pelat merah tersebut tergiur melakukan penggalian di berbagai tempat. Hingga kandungan timah di dalamnya lenyap tak bersisa. Setelah tak menghasilkan apa-apa lagi, maka lokasi penggalian tersebut dibiarkan begitu saja tanpa penimbunan kembali. Membentuk sebuah danau seukuran lapangan sepak bola yang mengeluarkan air jernih dari dalamnya.

Tidak hanya timah, kandungan berupa pasir yang terdapat di Pulau Kundur pun turut menjadi incaran para penambang. Mengeruk bumi mencapai kedalaman tertentu hingga mendapatkan pasir yang dicari. Potensi pasir yang dimiliki pulau ini menjadi lahan uang bagi para pebisnis. Bekas penggalian tersebut mengalami hal serupa sebagaimana timah. Ditinggalkan begitu saja membentuk sebuah danau buatan dengan pancaran air nan bening.

Bekas penggalian kedua hasil bumi di tanah Kundur yang menyerupai sebuah danau tersebut oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Kolong. Pesona yang ditampakkan oleh danau buatan tersebut tidak kalah menarik dengan danau yang terbentuk alami. Mampu menenangkan pikiran saat memandangnya. Air bening yang tampak hingga ke dasarnya tergenang tenang di atas danau. Pepohonan hutan nan hijau yang memagari sisi danau menambah elok rupa danau olahan tangan manusia tersebut.

Saat ini potensi timah masih melimpah ruah di Pulau Kundur. Namun, pihak penambang tidak melakukannya di daratan lagi melainkan di tengah lautan kawasan sekitar pulau ini. Kapal-kapal penambang beserta pusat pengeboran tersebar di beberapa titik di pulau yang memiliki sejarah dengan buah Labu Kundur ini. Ironisnya, hasil ’emas hitam’ tersebut sebagian besar dieskpor ke luar negeri termasuk negara tetangga terdekat seperti Singapura.

Kolong-kolong yang telah menjelma menjadi sebuah danau tersebut sebagiannya dimanfaatkan oleh penduduk setempat dengan beragam fungsi. Sebagian kecil lahannya digunakan sebagai area tambak ikan untuk menopang kehidupan penduduk di sekitarnya. Namun ada juga yang mengkreasikannya menjadi objek wisata. Membangun pondok-pondok tempat bersantai di bibir kolong. Menyediakan wahana sepeda air. Bahkan di beberapa kolong lainnya dimanfaatkan untuk berenang oleh anak-anak hingga orang dewasa.

PT. Timah sebagai salah satu perusahaan pelat merah yang berdiri di Pulau Kundur sampai saat ini hanya memberikan dampak sisa penggalian yang berubah wujud menjadi kolong. Meninggalkan begitu saja tanpa menyentuh yang berdampak manfaat bagi warga sekitar. Setidaknya mampu menyulapnya menjadi arena wisata yang menjual hingga mengundang orang berbondong-bondong untuk mengunjunginya. Membantu meningkatkan sendi-sendi ekonomi penduduk setempat.

Saat ini warga di sekitar kolong berusaha mengembangkan potensi danau buatan tersebut secara mandiri semampunya. Sesekali khususnya pada hari libur tak jarang didatangi para pengunjung. Khususnya sebuah kolong di Desa Gemuruh yang disediakan wahana sepeda air berbentuk bebek di dalamnya. Hanya satu kolong ini saja yang disulap warga. Dikenal warga Kundur dengan sebutan Kolong Bebek. Sedangkan lainnya masih belum tersetuh tangan-tangan kreatif. Hanya sebagai tempat penambakan ikan.

Berharap mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten yang menaunginya khususnya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Mendambakan sentuhan dari pemerintah Provinsi Kepri. Agar kolong-kolong tersebut bisa menjadi daya tarik di Pulau Kundur. Menopang kehidupan masyarakat setempat. Menjelma menjadi pariwisata andalan di pulau tempat lahir dan besarnya Gubernur Kepri H.M. Sani.

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on May 17, 2017 in Uncategorized

 

5 responses to “Kundur dan Kolong

  1. Danan

    May 18, 2017 at 10:27 am

    Lalu apa kabar dengan danau di kalimantan sisa penambanagn batubara .

    Kolambekas tambang timah dalamnbya berapa ya

     
  2. Annisakih

    May 18, 2017 at 2:04 pm

    beberapa kali ke Kundur belum pernah kesampaian main di kolong bebek ini

     
  3. ahmadi sultan

    May 20, 2017 at 11:34 am

    Beberapa kali ke Kundur, gak pernah liat kolong 🙂

     
  4. Sri murni

    May 22, 2017 at 4:20 am

    Baguslah banyak

     
  5. Yulia Marza

    May 30, 2017 at 5:21 am

    Berarti banyak kolong banyak bekas galian timah dong Da.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: