RSS

Tag Archives: Pulau Kundur

7 Cara Mudah menuju Pulau Kundur

12049292_10207173785756485_3063469775878425354_n

Pulau Kundur merupakan salah satu pulau di Provinsi Kepri. Provinsi yang dikenal sebagai daerah maritim ini memiliki ribuan pulau. Tidak hanya pulau kecil, setiap kabupaten yang bernaung di proivnsi ini saja terpisah oleh lautan: Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Anambas. Enam kabupaten tersebut berada di enam pulau yang berbeda.

Coba tebak Pulau Kundur berada di kabupaten yang mana? Benar, Karimun. Meski berada di Kabupaten Karimun, namun masih terpisah pulau lagi.

Pulau Karimun, pulau ini merupakan wilayah administratif yang berpusat di Kota Tanjungbalai (Bukan Tanjungbalai Asahan). Meski lebih kecil dari Pulau Kundur namun semua kantor pemerintahan berdiri di pulau ini.

Pulau Kundur, pulau ini merupakan pulau terbesar di wialyah Karimun, dua kali lebih luas dari Pulau Karimun. Pulau Kundur dikenal sebagai penghasil durian yang unggul. Selain itu, gubernur pertama Provinsi Kepri berasal dari pulau ini, (Alm.) HM. Sani.

Nah, bagi yang ingin berkunjung ke Pulau Kundur, berikut 10 alternatif yang bisa dilakukan.

  1. Batam – Tanjungbatu

Tanjungbatu merupakan ibukota Pulau Kundur. Letaknya di ujung selatan. Wilayah ini memiliki penduduk paling padat. Jalur Batam – Tanjungbatu merupakan yang paling favorit. Dalam sehari ada lebih dari lima kali keberangkatan, mulai pagi hingga sore hari sekitar pukul dua siang. Ada dua alternatif pelabuhan di Batam untuk menuju Tanjungbatu, Sekupang dan Habrour Bay.

 

  1. Pulau Karimun – Selatbeliah

Rute ini merupakan yang paling dekat antara Pulau Karimun dengan Pulau Kundur. Pelabuhan di Pulau Karimun berada di pusat kota Tanjungbalai. Dari Tanjungbalai ke Selatbeliah hanya membutuhkan 15 menit menggunakan speed boat.

 

  1. Pulau Karimun – Tanjungbatu

Dulu, rute ini merupakan yang paling sering. Namun, sejak pelabuhan selatbeliah dipercantik, rute ke Tanjungbatu mulai berkurang. Dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjungbatu memakan waktu satu jam menggunakan feri cepat.

 

  1. Pulau Karimun – Tanjungberlian (Urung)

Tanjungberlian berada di tengah-tengah Pulau Kundur, antara Tanjungbatu dengan Selatbeliah. Dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjungberlian menghabiskan waktu 30 menit perjalanan.

 

  1. Tanjungpinang – Tanjungbatu

Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepri, berada di Pulau Bintan. Dari tanjungpinang ke Tanjungbatu hanya satu kali keberangaktan dalam sehari, yaitu pukul tujuh pagi. Lama perjalanan pada rute ini adalah dua jam mengguanakan feri cepat.

 

  1. Tembilahan (Riau) – Tanjungbatu

Ini merupakan rute antar provinsi: Riau dan Kepri. Intensitas keberangkatan biasanya dua kali dalam seminggu, pada hari-hari tertentu. Jarak perjalanan dari Tembilahan ke Tanjungbatu selama lima jam.

 

  1. Kualatungkal (Jambi) – Tanjungbatu

Ini merupakan rute antar provinsi paling jauh: Jambi dan Kepri. Lama perjalanan dari Kualatungkal ke Tanjungbatu adalah enam jam menggunakan feri cepat. Sama halnya dengan rute Tembilahan, rute ini hanya satu kali dalam seminggu, pada hari tertentu.

 

Gampang bukan? Perlu dicatat, pada rute Batam – Tanjungbatu atau Pulau Karimun – Selatbeliah, jika akan memilih keberangkatan kapal terakhir,  sebaiknya bertanya terlebih dahulu kepada petugas loket. Hal ini untuk menghindari dari perubahan jadwal kapal. Selamat bertualang ke Pulau Kundur.

 
5 Comments

Posted by on April 12, 2017 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Pertemuan Tak Terduga dengan Teman SMA

Ketemu teman SMA Dani

Tak sengaja, ketemu teman SMA di Pulau Kundur, setelah 12 tahun.

Masa SMA aku habiskan di Kota Gudeg, Yogyakarta. Kota ini dipenuhi dengan anak rantau dari berbagai daerah, Sabang sampai Merauke. Tidak hanya anak kuliahan, anak SMA juga banyak yang berstatus anak rantau di sini. Seperti di sekolahku, 60 persen siswanya merupakan orang luar Jogja. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Tentu saja yang mendominasi dari daerah-dearah terdekat seperti Jawa Tengah. Semua kabupaten di Jawa Tengah ada di sekolah ini. Salah satunya temanku Dani yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

Setelah diterima di SMA, aku memilih kos tak jauh dari sekolah. Ternyata  selain aku, ada lima orang siswa baru yang kos di sini, salah satunya Dani. Dani merupakan anak yang pintar. Dari kelas satu hingga kelas tiga ia selalu meraih peringkat tiga besar. Meski tidak pernah sekelas, namun keakraban teman-teman satu kos terasa di sini.

Singkat cerita, tiba masa kelulusan SMA. Dani diterima di Kedokteran Umum UGM. Sejak lulus SMA kami tidak pernah bertemu lagi, komunikasi pun sangat jarang. Di media sosial pun Dani hampir tidak pernah aktif, dapat dihitung jari.

Terhitung selama 12 tahun aku tidak pernah bertemu Dani lagi.

12 tahun kemudian..

Suatu ketika, aku pulang ke Pulau Kundur melalui pelabuhan Selatbeliah. Pelabuhan ini terletak di ujung utara, berjarak dekat dengan Ibukota Kabupaten Karimun, Tanjungbalai. Namun pelabuhan ini lebih sepi, karena bukan pelabuhan utama. Pelabuhan utama terletak di ujung selatan, pusat kota Pulau Kundur, Tanjungbatu,. Dari utara ke selatan berjarak satu jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Setiba di Pelabuhan Selatbeliah, aku mengambil sepeda motor yang dititipkan di Pelabuhan. Motor perlahan berjalan meninggalkan pelabuhan. Membelah hutan yang sebagiannya sudah berubah menjadi jalan lebar dan beraspal mulus sepanjang satu kilometer.

Kemudian memasuki wilayah penduduk, melintasi ruko-ruko yang masih jarang yang dijadikan pusat pasar di wilayah utara. Wilayah utara Pulau Kundur ini terdapat perusahaan milik negara, PT. Timah. Ya, hasil bumi berupa emas hitam itu banyak ditemukan di sini. Pulau Kundur merupakan salah satu dari tiga penghasil timah terbesar di Indonesia selain Bangka Belitung dan Lingga.

Aku membawa motor dengan santai. Menikmati udara segar yang masih alami di daerah ini. Dari arah yang berlawanan tampak seseorang mengendarai sepeda motor, wajahnya sangat familiar. Sempat tak percaya apakah benar orang itu adalah Dani teman SMA-ku?

Bagaimana mungkin ia bisa nyasar ke Pulau Kundur? Pulau yang sangat asing di telinga. Jangankan di Jawa sana, di provinsinya sendiri saja, Kepri, pulau ini nyaris tidak terdengar gaungnya. Berbeda jika aku melihatnya di Batam atau Tanjungpinang yang merupakan kota utama tempat orang-orang melancong atau melakukan perjalanan dinas.

Aku memberanikan diri mengejar motor sosok pria berkacamata yang berboncengan dengan wanita berhijab itu. Membalikkan arah motor. Ia memarkirkan kendaraannya di depan minimarket. Aku menyusul di sebelahnya. Dan memanggil namanya untuk meyakinkan apakah benar orang yang aku maksud. “Dani?”

Benar. Pria itu adalah Dani teman SMA-ku yang sudah 12 tahun tidak berjumpa. Wajahnya tidak berubah sehingga mudah dikenali. Dani tidak pernah meng-upload fotonya di media sosial. Ternyata wanita yang diboncengnya adalah istrinya. Dani diterima sebagai dokter di PT. Timah penempatan di Pulau Kundur.

 
5 Comments

Posted by on April 5, 2017 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , ,

Menciptakan Wisata Unik di Pulau Kundur.

Kundur Island Map

Pariwisata oleh kebanyakan orang identik dengan sesuatu yang berbau pantai, gunung, taman, atau segala yang berhubungan dengan keindahan alam. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri karena pada umumnya setiap orang yang melakukan kunjungan wisata tentu saja yang dicari adalah tempat-tempat yang menawarkan keindahan yang mampu menghilangkan rasa lelah akibat rutinitas pekerjaan.

Bagus atau tidaknya suatu objek wisata tidak hanya sekedar mengandalkan keindahan alam saja. Tetapi juga dibutuhkan pengelolaan yang baik agar objek wisata tersebut bisa tetap terlihat indah. Tata kelola yang baik juga sangat berperan penting bagi kemajuan sebuah objek wisata. Tanpa adanya campur tangan para pengelola, bukan tidak mungkin sebuah objek wisata akan mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

Tata kelola yang baik terhadap sebuah objek wisata tidak hanya sekedar pada tempat wisata skala kecil saja tetapi juga mencakup segala jenis objek wisata hingga skala besar seperti Pantai Kuta di Bali. Bayangkan saja jika pantai yang popularitasnya sudah ke mancanegara ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya perawatan. Sampah-sampah akan mengotori sepanjang pantai yang bisa menyebabkan wisatawan enggan untuk menginjakkan kakinya kembali ke pantai ini. Sebaliknya, sebuah tempat yang biasa saja akan tampak menarik dan diserbu para wisatawan jika ada sejumlah pihak yang turun tangan untuk mengelolanya seperti Pantai Telunas di Pulau Sugi, Kecamatan Moro, Kepri. Dulu sebelum dikelola oleh investor, Pantai Telunas ini sepi dan tidak ada yang mengenalnya.

Tidak hanya Pulau Sugi saja yang bisa berubah dari pulau kecil yang sepi hingga menjadi rujukan wisatawan mancanegara. Tempat lain entah dimana itu jika adanya tata kelola yang baik tentu akan mengundang rasa penasaran wisatawan untuk mengunjunginya. Begitu juga dengan Pulau Kundur, yaitu salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Riau.

Pulau Kundur adalah salah satu pulau yang pariwisatanya masih belum tergarap. Letaknya yang tidak begitu jauh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sangat berpotensi untuk dikembangkan sebuah objek wisata yang dikelola secara serius. Sebagian orang mungkin mengenal pulau ini sebagai daerah penghasil timah karena memang tidak ada objek wisata yang menjadi andalan di pulau ini.

Sebagai orang yang dibesarkan di Pulau Kundur, saya melihat beberapa potensi wisata yang bisa dikembangkan di pulau ini. Salah satunya adalah wisata dengan menjelajahi desa-desa yang masih alami yang terdapat di Pulau Kundur (Village Tour). Kegemaran saya berpetualang tidak saya lewatkan untuk menjelajahi setiap sudut yang ada di pulau ini. Sebagai warga yang sudah bertahun lamanya tinggal di Pulau Kundur tentu saja sudah tidak terhitung lagi betapa seringnya saya menjelajahi pulau ini. Dari penelusuran tersebut saya melihat beberapa desa yang cukup berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Desa tersebut adalah Sei Sebesi hingga menuju Tanjung Berlian.

Pemandangan di Desa Sei Sebesi hingga ke Tanjung Berlian memang cukup segar untuk dipandang. Desa yang dibelah dengan jalanan beraspal cantik ini memiliki jalur sungai kecil yang terdapat di pinggir jalan. Selain itu di desa ini juga masih terdapat hunian warga yang masih menggunakan model rumah panggung.

Jarak dari Desa Sei Sebesi hingga menuju Tanjung Berlian berjarak sekitar 10 kilometer. Tidak efektif memang jika ditempuh dengan berjalan kaki. Banyak sarana transportasi yang tersedia di Pulau Kundur. Baik itu transportasi kendaraan beroda dua maupun empat.

Untuk membuat perjalanan jelajah desa ini agar menjadi lebih berkesan tentu akan lebih baik jika dipadukan dengan fasilitas yang unik dan menarik. Di Pulau Kundur terdapat kendaraan tua yang menyerupai bus damri berbentuk unik dan masih beroperasi hingga saat ini. Angkutan umum ini sudah berusia puluhan tahun dan jumlahnya sudah semakin berkurang karena beberapa armadanya punah dimakan usia. Selain itu, angkutan umum ini juga memiliki bentuk fisik yang menarik dibagian depannya. Sedikit mirip oplet tua seperti yang terdapat di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Oleh warga setempat angkutan umum ini dinamakan dengan Bas.

Posisi tempat duduk yang terdapat didalam Bas memang tidak seperti bus pada umumnya. Bentuknya memanjang dikiri dan kanan seperti tempat duduk pada metro mini di Jakarta. Kendaraan yang masih terlihat dominasi bahan kayunya ini memiliki jendela yang terbuka tanpa kaca.

Jika dijadikan kendaraan untuk berwisata memang kurang efektif jika posisi tempat duduknya berbentuk memanjang di bagian kiri dan kanan. Agar memberikan kenyamanan kepada penumpang, posisi tempat duduk ini bisa dimodifikasi menjadi tempat duduk pada bus pada umumnya yang mengarah ke bagian depan sehingga memungkinkan penumpang didalamnya untuk bisa melihat pemandangan dikiri dan kanan sebagaimana bus wisata yang terdapat di negara-negara di Eropa.

Kondisi sebagian Bas di Pulau Kundur sudah cukup memprihatinkan. Untuk itu diperlukan perhatian dari pemerintah setempat agar mau melestarikan kendaraan tua ini dengan mempercantiknya kembali tanpa mengubah bentuk fisik luarnya.

Panorama desa yang segar dan masih alami sangat cocok memang jika dipadukan dengan transportasi yang unik seperti Bas. Para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan hijau desa dari dalam Bas yang melaju pelan sambil menikmati semilir angin yang dihembuskan oleh pepohonan sekitar.

Untuk mengundang antusiasme para wisatawan agar berkeinginan mendatangi sebuah objek wisata memang tidak terlepas dari promosi yang kreatif dan berkesinambungan. Mengingat Pulau Kundur yang mungkin masih asing ditelinga sebagian orang sehingga membuat wisatawan berpikir dua kali untuk mengunjunginya oleh karena itu diperukan sebuah jasa tur. Degan adanya sebuah paket wisata yang memilik pelayanan yang baik dan menjaminkan rasa aman tentu akan mengundang rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung.

Pulau Kundur memang hanya sebuah pulau biasa sebagaimana pulau-pulau lainnya. Tetapi bukan tidak mungkin bisa menjadi rujukan wisatawan mancanegara jika ada niat dari pemerintah daerah setempat atau sekelompok orang untuk mau mengelolanya secara serius sebagaimana Pulau Sugi dimana Pantai Telunasnya dikelola dengan serius hingga mampu mengundang turis dari mancanegara.

 
2 Comments

Posted by on September 25, 2012 in Backpacker

 

Tags: ,